<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779397319297214358</id><updated>2011-12-23T15:58:12.203+07:00</updated><category term='Gallery'/><category term='Pelatihan'/><category term='Koperasi Lindung Harapan Tapos'/><category term='Nenas Gati Bogor'/><category term='Green Radio'/><category term='Nangela'/><category term='Sertifikasi'/><category term='Labisia Pumila'/><category term='Ciwaluh'/><category term='TAPOS BOGOR'/><category term='Aktivitas'/><category term='Brosur'/><category term='Perancis'/><category term='Kacip Fatimah'/><category term='Kumis Kucing'/><category term='Pameran 2011'/><category term='Organik'/><title type='text'>.: Poros Nusantara Utama Jawa Barat :.</title><subtitle type='html'>Hidup Harmoni bersama Alam</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://id.porosjabar.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://id.porosjabar.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Dwi Lesmana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_R3iJmoTMMvA/SK6u3CaRCQI/AAAAAAAAAnc/D_-BKp5sr74/S220/Donald_Duck_E9470%5B1%5D.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>27</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779397319297214358.post-6332430787928613427</id><published>2011-07-20T14:36:00.002+07:00</published><updated>2011-12-23T15:29:34.773+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aktivitas'/><title type='text'>Thanks to Nature Event</title><content type='html'>Sebagai wujud apresiasi kepada alam, Teh Kotak mempersembahkan acara Thanks to Nature. Acara yang diselenggaraka pada tanggal 16 – 17 Juli 2011 di Caldera Camp, Kampung Maen, Bumi Perkemahan Cibubur ini mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan pelestarian alam. Acara diisi dengan berbagai kegiatan perkemahan alam, bersepeda, penampilan seni &amp; budaya tradisional, serta takl show dengan topik lingkungan.&lt;br /&gt;Selain acara-acara menarik di atas, Teh Kotak juga menghadirkan stand-stand yang diisi oleh lembaga-lembaga pemerhati lingkungan. PNU Jabar dengan produk komunitasnya yang alami dan sehat, hadir pula mengisi stand yang disediakan. Mulai dari Teh Hijau, Teh Rosella , Teh Kumis Kucing, Aneka Keripik Kampung yang bebas MSG, Selai Nanas serta Beras Organik kami tawarkan kepada pengunjung. Tak ketinggalan pula si buah asli dari Bogor yaitu Nanas Gati, kami gotong juga ke Cibubur saat itu.&lt;br /&gt;Di event tersebut kami menawarkan pengunjung produk komunitas yang menjadi andalan kami dengan harga yang kompetitif. Selain itu,untuk menarik minat pengunjung, kami juga menyediakan tester Teh Hijau, Teh Rosella serta Selai Nanas. Dengan kelebihan sistem pengolahan yang alami tanpa pemakaian zat-zat kimia serta penanaman yang tanpa menggunakan pestisida,  kami hadirkan produk yang sehat untuk dikonsumsi seluruh keluarga. Selain itu, dukungan kami untuk pengurangan pemberian pestisida pada tanaman, merupakan salah satu wujud kepeduliaan terhadap alam. Semoga dengan adanya kegiatan seperti ini, semoga kita bisa lebih peduli dengan alam yang telah memberikan begitu banyak manfaat bagi kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis oleh Rika Agustina dan Yuniken Mayangsari&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779397319297214358-6332430787928613427?l=id.porosjabar.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://id.porosjabar.com/feeds/6332430787928613427/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3779397319297214358&amp;postID=6332430787928613427&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/6332430787928613427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/6332430787928613427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://id.porosjabar.com/2011/07/thanks-to-nature-event.html' title='Thanks to Nature Event'/><author><name>Yuniken Mayangsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06302580815030096121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779397319297214358.post-3201103175074613089</id><published>2011-04-24T14:10:00.001+07:00</published><updated>2011-10-25T14:17:08.363+07:00</updated><title type='text'>Memperkenalkan produk PNU Jabar/Telapak di Event UI Depok</title><content type='html'>PNU Jabar hadir di UI, yaitu dalam Event yang diadakan oleh sejumlah Mahasiswa UI yang berlangsung pada tanggal 22 April 2011. Kegiatan dimulai dengan Green Fun Bike dari Asrama UI menuju tempat acara di FISIP UI. Dilanjutkan dengan berbagai seminar dan workshop mengenai lingkungan hidup. Dimeriahkan pula oleh hadirnya stand-stand dari sekolah-sekolah dimana para murid berlomba menunjukkan kreatifitas dan inovasi mereka dalam mengolah limbah menjadi barang yang bernilai, sehingga dapat menjaga kelestarian lingkungan. &lt;br /&gt;PNU Jabar mencoba untuk berpartisipasi dalam event di UI tersebut dengan harapan dapat mengenalkan produk komunitas kepada mahasiswa. Seperti dalam pameran-pameran sebelumnya yang diikuti PNU Jabar, kami membawa produk seperti teh Hijau, Teh Rosella, Teh Kumis Kucing, Aneka Keripik Kampung, Beras Organik serta Selai Nanas.&lt;br /&gt; Sebagai cara untuk mengenalkan Selai Nanas yang merupakan olahan masyarakat Kp. Tapos, kami menghadirkan roti bakar dengan isi Selai Nanas. Dengan tawaran modifikasi tambahan coklat atau keju sesuai permintaan pembeli. Cukup menarik pengunjung yang tidak lain adalah mahasiswa UI itu.&lt;br /&gt;Mungkin karena event ini berlangsung di saat hari libur, tidak banyak mahasiswa yang datang ke Kampus saat itu, namun meskipun begitu kami tetap semangat mengikuti pameran dan mempromosikan produk komunitas sampai event berakhir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779397319297214358-3201103175074613089?l=id.porosjabar.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://id.porosjabar.com/feeds/3201103175074613089/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3779397319297214358&amp;postID=3201103175074613089&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/3201103175074613089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/3201103175074613089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://id.porosjabar.com/2011/04/memperkenalkan-pnu-jabartelapak-di.html' title='Memperkenalkan produk PNU Jabar/Telapak di Event UI Depok'/><author><name>Yuniken Mayangsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06302580815030096121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779397319297214358.post-3499896784673797646</id><published>2011-04-10T16:14:00.000+07:00</published><updated>2011-10-25T14:28:08.702+07:00</updated><title type='text'>Poros Jabar bergabung dengan INA pada acara FOOD &amp; HOTEL INDONESIA 2011</title><content type='html'>Acara Food and Hotel Indonesia 2011 berlangsung pada tgl 6 – 9 April 2011 di JI Expo Kemayoran, Jakarta. Gelaran ini merupakan pameran produk pangan dan Hotel terbesar di Asia, diikuti oleh 1000 perusahaan dari 29 negara diantaranya Jerman,ada produk olahan, makanan kesehatan, produk minuman. Ada juga peralatan pelayanan &amp; pengolahan produksi seperti peralatan pelayanan bar dan kopi,mesin-mesin produksi roti,mie dan interior restaurant. Dalam pameran ini, digelar juga seminar tentang produk halal oleh LPPOM MUI, Indonesia Barista Competition dan Salon Culinaire.&lt;br /&gt; Melalui undangan INA ( Indonesian Netherlands Association), PNU Jabar berpartisipasi dalam event yang sudah ke 11 ini diadakan. Berbagai produk komunitas andalan PNU Jabar dipamerkan dan ditawarkan kepada pengunjung. Mulai dari Selai Nanas, Teh Rosella, Teh Kumis Kucing, Teh Hijau, Kopi Nusantara serta Beras Organik. Brosur dan informasi untuk peluang kerjasama tak lupa kami sebarkan. &lt;br /&gt;Dalam pameran ini pengunjung  juga diberi kesempatan untuk dapat mencicipi berbagai macam makanan yang dipromosikan oleh peserta. Untuk dapat menarik perhatian pengunjung,kami juga menyediakan tester selai nanas, agar pengunjung dapat merasakan kelebihan dari produk Selai Nanas yang diolah dengan menggunakan Nanas Gati Organik serta bahan-bahan alami dan merupakan hasil produksi masyarakat lokal di Kp. Tapos.&lt;br /&gt;Pengunjung yang hadir dalam event ini sebagian besar memikili usaha di bidang kuliner, seperti pemilik catering, toko makanan serta dari pengelola Hotel dan restaurant. Sehingga kami berkesempatan untuk menawarkan produk-produk komunitas kepada mereka. Acara yang berlangsung selama 4 hari tersebut, mendapatkan begitu banyak pengunjung. Apalagi di hari terakhir pameran, pengunjung yang datang begitu membludak, tak ingin ketinggalan kesempatan untuk mendapatkan berbagai kebutuhan dan penawaran menarik yang hanya diberika pada saat pameran berlangsung. Semoga di event Food &amp; Hotel Indonesia berikutnya kami bisa kembali berpartisipasi kembali dan mengenalkan lagi produk komunitas dengan lebih luas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779397319297214358-3499896784673797646?l=id.porosjabar.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://id.porosjabar.com/feeds/3499896784673797646/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3779397319297214358&amp;postID=3499896784673797646&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/3499896784673797646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/3499896784673797646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://id.porosjabar.com/2011/04/poros-jabar-bergabung-dengan-ina-pada.html' title='Poros Jabar bergabung dengan INA pada acara FOOD &amp; HOTEL INDONESIA 2011'/><author><name>Yuniken Mayangsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06302580815030096121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779397319297214358.post-3818342381328527702</id><published>2011-03-15T12:02:00.004+07:00</published><updated>2011-10-27T11:48:41.536+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pameran 2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Radio'/><title type='text'>Poros Jabar/ Telapak tampil dalam Ultah Green Radio</title><content type='html'>Pada tanggal 13 Maret 2011 kemarin, kami mengikuti acara yang diselenggarakan oleh Green Radio dalam rangka perayaan ulang tahun nya yang ke 3. Radio pendukung pelestarian lingkungan tersebut memilih Taman Menteng, yang merupakan salah satu area keramaian di hari libur, menjadi tempat perayaan Ulang Tahunnya. Dengan mengasung tema Green For Massanger , Green Radio menyediakan booth-booth untuk komunitas Green sebagai penyemarak kegiatan. Ada juga pemutaran film dan diskusi mengenai penghijauan dan lingkungan.&lt;br /&gt;Dengan membawa produk-produk komunitas dan berbagai alat informasi kami mengisi booth yang telah dipersiapkan di Taman Menteng itu. Acara dimulai pada pkl 9 pagi. Diawali dengan kegiatan fun bike dari kantor Green Radio ke Taman Menteng. Melihat adanya kegiatan fun bike, kami pun menyediakan minuman sehat nan menyegarkan, yaitu es Teh Rosella dan es Teh Hijau tentu saja tujuan kami menghadirkan minuman dari kedua jenis teh tersebut, adalah untuk mengenalkan cita rasa khas Teh Hijau dan Rosella kepada pengunjung.&lt;br /&gt;Teh Hijau yang dibuat secara tradisional oleh masyarakat setempat dimana teh tersebut berasal,yaitu Kp. Tapos yang ada di Desa Sukaharja Kab. Bogor, mempunyai aroma kayu bakar dan rasa teh yang kental,diberi sedikit gula dan es membuat minuman teh ini disukai pengunjung. Sedangkan Rosella dengan rasanya yang asam,sangat menyegarkan tubuh setelah mengikuti fun bike.&lt;br /&gt;Selain Teh Rosella dan Teh Hijau, produk-produk dari Komunitas lainnya tak ketinggalan kami tawarkan yaitu Teh Kumis Kucing, Selai Nanas,Kopi Nusantara,serta beras organik yang terdiri dari Beras Mentik Susu,Pandan Wangi dan Beras Merah. Beras Merah yang memiliki manfaat yang lebih bagus untuk tubuh karena serat dan vitaminnya, diminati banyak pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sayang, cuaca di hari itu kurang mendukung.. Sekitar jam 2 siang, turun hujan yang  lebat membuat kegiatan acara sempat tertunda, namun untunglah di sore harinya acara dapat diteruskan dan banyak pengunjung berdatangan. Terimakasih untuk Green Radio yang telah memberikan kesempatan untuk kami sehingga bisa mengenalkan produk komunitas kepada masyarakat di Jakarta. Harapannya semoga produk komunitas ini dapat diterima dan diminati semua kalangan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis oleh Rika Agustina dan Yuniken Mayangsari&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779397319297214358-3818342381328527702?l=id.porosjabar.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://id.porosjabar.com/feeds/3818342381328527702/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3779397319297214358&amp;postID=3818342381328527702&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/3818342381328527702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/3818342381328527702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://id.porosjabar.com/2000/08/profil.html' title='Poros Jabar/ Telapak tampil dalam Ultah Green Radio'/><author><name>Koperasi Tanaman Obat Jawa Barat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01484900729809440547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Bogor, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.589166 106.792999</georss:point><georss:box>-6.6744295 106.67626949999999 -6.5039025 106.9097285</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779397319297214358.post-1618778412266546719</id><published>2009-02-18T10:11:00.009+07:00</published><updated>2011-10-26T13:48:49.885+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumis Kucing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perancis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Organik'/><title type='text'>Kelompok Tani Hutan Menawarkan Solusi Krisis Ekonomi dan Lingkungan Global</title><content type='html'>&lt;a style="" href="http://4.bp.blogspot.com/_jsN_Qvt6_W0/SaKq4-6glMI/AAAAAAAAAtg/6FzFrlRft_w/s1600-h/bunga+kumis+kucing.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305991206933664962" style="margin: 0px 0px 10px 10px; float: right; width: 150px; height: 200px;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_jsN_Qvt6_W0/SaKq4-6glMI/AAAAAAAAAtg/6FzFrlRft_w/s200/bunga+kumis+kucing.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bogor, 23 Februari 2009.  Petani-hutan di kaki Gunung Pangrango berhasil melakukan ekspor perdana produk herbalnya ke Perancis.  Aktivitas ekspor ini adalah sebuah usaha ekonomi berbasis lokal, namun berpotensi menjadi solusi kreatif untuk menjawab krisis lingkungan dan ekonomi global.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah upacara sederhana, para-petani hutan di kaki Gunung Pangrango dan Telapak melepas sebuah peti kemas 20 feet yang bermuatan daun Kumis Kucing (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orthosiphon&lt;/span&gt; spp.) kering untuk diekspor ke Perancis.  Daun Kumis Kucing kering tersebut merupakan hasil tanaman para petani-hutan di tepi kawasan hutan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango.  Para petani-hutan dari kedua desa tersebut telah mengusahakan jenis tanaman ini sejak 2 tahun terakhir secara organik.  Upacara pelepasan tersebut sekaligus menandai dilakukannya ekspor perdana produk herbal organik dari masyarakat petani-hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dua tahun yang lalu, Telapak telah melakukan serangkaian kegiatan pendampingan dan peningkatan kapasitas masyarakat sekitar hutan di Jawa Barat.  Rangkaian kegiatan itu dilakukan dengan sebuah harapan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus mewujudkan pengelolaan sumberdaya hutan lestari berbasis masyarakat.  Juru bicara Telapak, Rina Agustine mengatakan, “Pelestarian alam tidak harus bertentangan dengan upaya peningkatan ekonomi masyarakat.  Kami membuktikannya melalui kegiatan pendampingan ini.”&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Pelestarian alam tidak harus bertentangan dengan upaya peningkatan ekonomi masyarakat.  Kami membuktikannya melalui kegiatan pendampingan ini."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Kumis Kucing merupakan jenis tanaman herbal yang dapat tumbuh subur di bawah tegakan hutan.  Sebagai produk herbal, daun Kumis Kucing memiliki harga jual yang relatif mahal.  Di lain pihak usaha pertanian Kumis Kucing di bawah tegakan pohon juga tidak berdampak negatif pada fungsi ekologis hutan.  Keunggulan jenis tanaman ini telah mendorong pengembangan usaha Kumis Kucing oleh Telapak bersama kelompok petani-hutan di Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mengembangkan usaha penanaman Kumis Kucing, Telapak juga membantu upaya pemasaran produk herbal ini ke pasar dunia.  Sebuah perusahaan di Perancis,  L’ Herbier du Diois, ternyata menaruh perhatian yang sangat besar pada pasokan produk Kumis Kucing dari Indonesia.  Mereka berminat untuk memperoleh pasokan daun Kumis Kucing kering dari usaha kelompok petani-hutan yang didampingi oleh Telapak.  Setelah melalui beberapa kontak awal dan pengiriman sample, akhirnya kegiatan ekspor perdana produk ini pun berhasil dilakukan.  Ekspor perdana ini membuktikan kemampuan bersaing dari model tani-hutan lestari di pasar global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami mengajak industri berbasis tanaman herbal dunia untuk mendukung upaya ini dengan membeli produk herbal dari usaha tani-hutan oleh masyarakat.  Jika upaya ini berkembang, maka bukan tidak mungkin ia menjadi solusi atas krisis ekonomi dan lingkungan global!” kata Rina Agustine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN UNTUK EDITOR:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.telapak.org/"&gt;Telapak&lt;/a&gt; adalah organisasi lingkungan berbasis individu yang berkedudukan di Bogor, Indonesia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hingga saat ini, Telapak telah melakukan pendampingan pada setidaknya 450 orang petani-hutan di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak dan Taman Nasional Gede-Pangrango.  Para petani tersebut mengorganisir diri dalam kelompok-kelompok petani-hutan untuk mengembangkan usaha ekonomi tanaman herbal.  Kumis Kucing adalah salah satu produk tanaman herbal yang dikembangkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kumis Kucing (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orthosiphon&lt;/span&gt; spp.) adalah tumbuhan herba yang tumbuh subur di daerah tropis seperti di Sumatera, Jawa dan Madura.  Jenis ini banyak dikembangkan oleh masyarakat di Pulau Jawa.  Di Pulau Jawa, terdapat empat jenis Kumis Kucing, yaitu Orthosiphon aristatus, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orthosiphon thymiflorus&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orthosiphon petiolaris&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orthosiphon tementosus&lt;/span&gt; var. glabratus.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kumis kucing telah dikenal luas di Indonesia sebagai obat tradional untuk penyakit kencing penyembuhan batuk encok, masuk angin, sembelit, radang ginjal, batu ginjal, kencing manis, albuminuria, dan penyakit syphilis.  Dalam perkembangan dunia farmasi, Kumis Kucing juga dipergunakan sebagai bahan dasar obat-obatan modern di seluruh dunia.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.herbier-du-diois.com/index.php?menu=accueil"&gt;L’ Herbier du Diois&lt;/a&gt; adalah sebuah perusahaan pemasok bahan-bahan alami untuk industri di Perancis.  Perusahaan ini memasok tumbuhan obat (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;medicinal plants&lt;/span&gt;), rempah-rempah, dan minyak tumbuhan yang dihasilkan secara organik.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INFORMASI LEBIH LANJUT, SILAKAN KONTAK:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rina Agustine,&lt;br /&gt;Email: &lt;a href="mailto:rina@telapak.org"&gt;rina@telapak.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mobile: +62 811 11 8678&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaru Djumantoro,&lt;br /&gt;Email: &lt;a href="mailto:hendaru@telapak.org"&gt;hendaru@telapak.org&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; Mobile: +62 852 15 6418 50&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779397319297214358-1618778412266546719?l=id.porosjabar.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://id.porosjabar.com/feeds/1618778412266546719/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3779397319297214358&amp;postID=1618778412266546719&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/1618778412266546719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/1618778412266546719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://id.porosjabar.com/2008/09/kontak.html' title='Kelompok Tani Hutan Menawarkan Solusi Krisis Ekonomi dan Lingkungan Global'/><author><name>Koperasi Tanaman Obat Jawa Barat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01484900729809440547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_jsN_Qvt6_W0/SaKq4-6glMI/AAAAAAAAAtg/6FzFrlRft_w/s72-c/bunga+kumis+kucing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779397319297214358.post-5419315707437495260</id><published>2008-12-16T14:14:00.007+07:00</published><updated>2011-10-26T13:57:56.063+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sertifikasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ciwaluh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumis Kucing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Organik'/><title type='text'>Kumis Kucing Organik Dari Ciwaluh</title><content type='html'>12/16/08 2:14PM &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SUexC86XvgI/AAAAAAAAAT0/CgOEB2iPrCY/s1600-h/File+Certificate+CU_Page_1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 142px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SUexC86XvgI/AAAAAAAAAT0/CgOEB2iPrCY/s200/File+Certificate+CU_Page_1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280383752384003586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Akhirnya hasil yang ditunggu-tunggu pun tiba. Hasil uji Laboratorium Control Union di Rotterdam menunjukkan bahwa Kumis Kucing Ciwaluh benar-benar BEBAS dari Residu Pestisida dan Pupuk Kimia. Hasil penilaian sistim produksi, pergudangan dan sistem administrasi juga dinyatakan lulus ORGANIK oleh Control Union.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Kumis Kucing Ciwaluh benar-benar BEBAS dari Residu Pestisida dan Pupuk Kimia"&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;Sertifikat Organik yang diimpikan oleh masyarakat Ciwaluh akhirnya benar-benar menjadi kenyataan. Proses sertifikasi ternyata lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Apabila diawal proses sertifikasi diperkirakan akan selesai dalam waktu 3 sampai 5 bulan, ternyata proses tersebut selesai dalam waktu 2,5 bulan saja.  Saat ini Sertifikat tersebut masih berstatus “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Inconversion&lt;/span&gt;” sampai Control Union melakukan inspeksi tahap kedua yang akan dilakukan pada bulan Januari 2009. Setelah inspeksi kedua tersebut status sertifikak akan berubah menjadi “&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Organik&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sertifikat Organik Ciwaluh ini terdaftar atas nama  PT Poros Nusantara Utama. Perusahaan ini merupakan induk dari Koperasi Tanaman Obat Jawa Barat tempat kelompok tani Ciwaluh bergabung. Saat ini Koperasi Tanaman Obat Jawa Barat memiliki 4 kelompok tani, yaitu di Ciwaluh, Bedogol, Tapos dan Karyasari. Setelah Ciwaluh, Kelompok tani di Karyasari dan Tapos telah siap untuk melakukan uji Organik Kumis Kucing tahap berikutnya.  Uji Organik ini menurut rencana akan dilakukan pada awal tahun 2009. Kedua tempat telah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Mereka sangat yakin akan memperoleh sertifikat Organik seperti rekannya di Ciwaluh mengingat cara bertani mereka sama dengan yang dilakukan oleh kelompok tani Ciwaluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Artikel oleh : Hendaru Djumantoro&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);font-size:85%;" &gt;Koperasi Tanaman Obat Jawa Barat bersama Telapak bekerja dikampung Ciwaluh, didukung oleh HPSP (Holticultura Partnership Support Programme) dan Japan Enveronmental Education Forum (JEFF)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779397319297214358-5419315707437495260?l=id.porosjabar.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://id.porosjabar.com/feeds/5419315707437495260/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3779397319297214358&amp;postID=5419315707437495260&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/5419315707437495260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/5419315707437495260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://id.porosjabar.com/2008/12/kumis-kucing-organik-dari-ciwaluh_16.html' title='Kumis Kucing Organik Dari Ciwaluh'/><author><name>Yuniken Mayangsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06302580815030096121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SUexC86XvgI/AAAAAAAAAT0/CgOEB2iPrCY/s72-c/File+Certificate+CU_Page_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779397319297214358.post-3767467078826119064</id><published>2008-12-14T14:05:00.005+07:00</published><updated>2011-10-26T14:04:26.865+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sertifikasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ciwaluh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumis Kucing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Organik'/><title type='text'>Ciwaluh, Menuju Sertifikasi Organik - Bagian 2</title><content type='html'>Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Pada tanggal 14 dan 15 Oktober 2008, Inspektur dari &lt;a href="http://www.controlunion.com/"&gt;Control Union&lt;/a&gt; (CU) Jakarta, Bapak Martadinata, tiba di Kampung Ciwaluh. Kedatangan CU tersebut untuk melakukan inspeksi langsung ke lapangan terhadap budidaya Kumis Kucing masyarakat Ciwaluh.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama dilakukan temu muka dengan masyarakat. Bapak Martadinata menjelaskan maksud kedatangan dan mekanisme inspeksi yang akan dilakukan pada lahan Kumis Kucing. Selain itu Bpk. Marta juga menanyakan tentang kelompok tani, bagaimana mekanisme kepengurusan dan administrasi kelompok tani. Setelah melakukan pertemuan, Bpk Marta langsung  melakukan inspeksi ke lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama bpk. Marta melakukan pengecekan lahan. Jumlah lahan yang diinspeksi adalah 35 % dari jumlah anggota kelompok tani yaitu sebanyak 24 lokasi dari total sebanyak 65 lokasi. Kemudian Bpk. Marta mengambil sample daun Kumis Kucing dari lahan yang di inspeksi tersebut. Selain itu bpk Marta juga melihat kondisi lahan dan tanaman-tanaman yang tumbuh disekitar lahan Kumis Kucing untuk memastikan tidak ada kontaminasi yang disebabkan oleh tanaman lain. Sample daun Kumis Kucing akan dibawa ke laboratorium Control Union yang berlokasi di Rotterdam-Belanda. Sample daun akan diuji laboratorium apakah benar-benar bebas dari kandungan pestisida. Setelah melakukan inspeksi ke lahan, Bpk Marta juga melihat proses panen, proses pengeringan dan pengemasan Kumis Kucing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ke dua Bapak Martadinata memeriksa gudang dan sistem administrasi pencatatan Kumis Kucing. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah penyimpanan tidak beresiko menimbulkan kontaminasi bahan-bahan berbahaya. Sedangkan sistem pencatatan administrasi harus dapat menunjukkan bahwa stock daun Kumis Kucing sesuai dengan jumlah yang dibeli dan harus dapat melacak kembali asal-usul barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua proses tersebut akan menentukan apakah benar masyarakat Ciwaluh melakukan praktek pertanian Kumis Kucing secara Organik Jika semua penilaian dinyatakan lulus, maka Ciwaluh akan mendapatkan Sertifikat Organik dari Control Union. Tampaknya jalan untuk mendapatkan Sertifikat Organik masih cukup panjang. Untuk prosedur normal diperlukan waktu selama 3 sampai 5 bulan. Seluruh masyarakat mengharapkan agar semua berjalan lancar, sehingga mereka akan segera menikmati perubahan harga Kumis Kucing yang menjadi tumpuan hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SUesgz5ZTjI/AAAAAAAAATk/WIL8MX179j0/s1600-h/PA090002.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SUesgz5ZTjI/AAAAAAAAATk/WIL8MX179j0/s200/PA090002.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280378767801929266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SUerlaqLjWI/AAAAAAAAATM/fD6G1TRsvUQ/s1600-h/PA090005.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SUerlaqLjWI/AAAAAAAAATM/fD6G1TRsvUQ/s200/PA090005.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280377747414945122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SUesEO9YkmI/AAAAAAAAATU/-wtUdvrlTKE/s1600-h/PA070053.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SUesEO9YkmI/AAAAAAAAATU/-wtUdvrlTKE/s200/PA070053.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280378276850209378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SUesslDMwyI/AAAAAAAAATs/UG9j_aG_j08/s1600-h/PA210099.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SUesslDMwyI/AAAAAAAAATs/UG9j_aG_j08/s200/PA210099.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280378969974948642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SUesSh44ihI/AAAAAAAAATc/fplSQatW4W8/s1600-h/PA070062.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SUesSh44ihI/AAAAAAAAATc/fplSQatW4W8/s200/PA070062.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280378522449775122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaru djumantoro&lt;br /&gt;Desember 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);font-size:85%;" &gt;Koperasi Tanaman Obat Jawa Barat bersama Telapak bekerja dikampung Ciwaluh, didukung oleh HPSP (Holticultura Partnership Support Programme) dan Japan Enveronmental Education Forum (JEFF)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779397319297214358-3767467078826119064?l=id.porosjabar.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://id.porosjabar.com/feeds/3767467078826119064/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3779397319297214358&amp;postID=3767467078826119064&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/3767467078826119064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/3767467078826119064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://id.porosjabar.com/2008/12/ciwaluh-menuju-sertifikasi-organik_14.html' title='Ciwaluh, Menuju Sertifikasi Organik - Bagian 2'/><author><name>Yuniken Mayangsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06302580815030096121</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SUesgz5ZTjI/AAAAAAAAATk/WIL8MX179j0/s72-c/PA090002.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779397319297214358.post-6528249912844664124</id><published>2008-11-10T08:56:00.002+07:00</published><updated>2010-10-05T17:59:54.025+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ciwaluh'/><title type='text'>Masyarakata Ciwaluh Menjalin Kerjasama Dengan Balai Taman Nasional Gn. Gede - Pangrango</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bagian  2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Rabu, 13 Agustus 2008 merupakan hari bersejarah bagi masyarakat kampung Ciwaluh. Pada hari itu, bertempat di Kantor Balai Taman Nasional – Cibodas Bogor, telah diadakan pertemuan antara perwakilan masyarakat Ciwaluh dan Kepala Balai Taman Nasional Gn. Gede - Pangrango. Dalam pertemuan tersebut masyarakat Ciwaluh didampingi oleh Perkumpulan Telapak – Bogor.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti pertemuan adalah membicarakan kerjasama pengelolaan areal kehutanan yang berlokasi dan berbatasan langsung dengan perkampungan masyarakat Ciwaluh. Masyarakat Ciwaluh berjanji akan senantiasa menjaga kelestarian hutan, namun meminta pihak Balai Taman Nasional mengijinkan mereka menanam pohon-pohan tanaman obat seperti Kumis Kucing, Kapulaga, Jahe, Temulawak, Rosella, dll secara tumpang sari di areal hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak Taman Nasional secara prinsip menyatakan persetujuan mereka. Bahkan masyarakat diperbolehkan melakukan penanaman di lahan-lahan kehutanan yang rusak dengan jenis tanaman kayu yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama tanaman buah-buahan yang telah ada di areal kehutanan sebelumnya. Jenis pohon tersebut diantaranya adalah Durian, Rambutan, Kopi hutan, Nangka, Cempedak, Kaweni, Alpokat, Jambu air dan Sirsat.&lt;br /&gt;Dengan penanaman jenis pohon tersebut selain hutan akan terpelihara, dalam jangka panjang masyarakat dapat memanfaatkan hasil buah-buahan sebagai tambahan pendapatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak Bambang.....kepala Balai Taman Nasional mengharapkan pertemuan ini dapat segera ditindak lanjuti dengan rencana kerja yang kongrit. Beliau menginstruksikan kepada Kepala Bidang Wilayah , Kepala Seksi dan Kepala Resort untuk membantu kelancaran proses kerjasama ini sehingga MOU segera dapat dibuat dan ditandatangani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut pada hari Jum at, tanggal 22 Agustus 2008 Kepala Bidang Balai Taman Nasional Wilayah Bogor , bapak Ir. Hariyanto beserta jajarannya melakukan kunjungan lapangan. Mereka ingin melihat secara langsung aktivitas kegiatan masyarakat kampung Ciwaluh. Mereka ingin mengetahui kebenaran berita bahwa masyarakat Ciwaluh telah menjaga dan memelihara hutan yang berbatasan dengan kampung mereka.&lt;br /&gt;Setelah melihat langsung ke lapangan dan melihat bahwa hutan masih terjaga utuh, mereka percaya bahwa masyarakat Ciwaluh benar-benar telah menjaga hutan di kampung mereka. Mereka berjanji akan segera menginformasikan hal tersebut kepada Kepala Balai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamaan dengan kunjungan lapangan, dilakukan pula dialog bersama masyarakat kampung Ciwaluh. Dalam dialog bapak Hariyanto memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menanyakan segala sesuatu yang belum mereka ketahui mengenai peraturan kehutanan, khususnya mengenai Taman Nasional.&lt;br /&gt;Seperti telah diketahui bersama bahwa dahulu areal hutan yang berbatasan langsung dengan kampung Ciwaluh adalah kawasan hutan produksi yang dikelola oleh Perhutani. Semenjak tahun 2003, seluduh kawasan tersebut diubah fungsinya menjadi kawasan konservasi, menyatu dengan Taman Nasional Gn. Gede – Pangrango. Tentu saja tujuan pengelolaan menjadi sangat berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dialog muncul keinginan masyarakat untuk diijinkan menanam pohon-pohon kayu untuk keperluan kayu bakar dan keperluan membangun rumah. Masyarakat juga mengusulkan untuk melakukan penanaman pepohonan di arela hutan yag saat ini rusak. Luasnya sekitar 20 hektar. Usulan tersebut diterima oleh bapak Hariyanto dan akan diteruskan segera kepada bapak Kepala Balai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan diakhiri dengan penjadwalan  pertemuan berikutnya untuk membicarakan penyusunan draf perjanjian kerjasama. Dalam pertemuan lanjutan, masing-masing pihak mengajukan draf usulan  dan mendiskusikan point-point apa saja bisa dimasukkan dan mana yang tidak bisa dimasukkan di dalam kerjasama. Dalam penyusunan draf kerjasama serta diskusi dengan pihak Balai Taman Nasional, masyarakat Ciwaluh akan didampingi oleh Perkumpulan Telapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung ke bagian 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Artikel oleh : Hendaru Djumantoro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);font-size:85%;" &gt;Tanaman Obat Jawa Barat bersama Telapak bekerja dikampung Ciwaluh, didukung oleh HPSP (Holticultura Partnership Support Programme) dan Japan Enveronmental Education Forum (JEFF)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779397319297214358-6528249912844664124?l=id.porosjabar.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://id.porosjabar.com/feeds/6528249912844664124/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3779397319297214358&amp;postID=6528249912844664124&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/6528249912844664124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/6528249912844664124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://id.porosjabar.com/2008/11/masyarakata-ciwaluh-menjalin-kerjasama.html' title='Masyarakata Ciwaluh Menjalin Kerjasama Dengan Balai Taman Nasional Gn. Gede - Pangrango'/><author><name>Koperasi Tanaman Obat Jawa Barat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01484900729809440547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779397319297214358.post-7009482510744552426</id><published>2008-10-23T11:05:00.001+07:00</published><updated>2010-10-05T17:59:59.736+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Labisia Pumila'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kacip Fatimah'/><title type='text'>Kacip Fatimah, Daun Emas di Ujung Gunung</title><content type='html'>Sore itu mang Asari, mang Narim dan mang Odang baru saja pulang dari berburu daun Kacip Fatimah di hutan pegunungan Halimun. Sudah tiga hari mereka dan rombongan pergi mencari Fatimah, daun ajaib yang berkhasiat obat itu. Kelesuan tampak pada wajah mereka. Bagaimana tidak, mereka tujuh orang selama tiga hari hanya memperoleh 50 kg daun Kacip Fatimah segar. Sangat jauh hasillnya jika dibandingkan dengan panen mereka 1 tahun sebelumnya. Padahal mereka telah berjalan semakin jauh masuk ke dalam hutan. Berburu Fatimah mereka jalani sebagai penambah pendapatan. Lumayan, karena  harga 1 kg Kacip Fatimah kering cukup mahal, sehingga sangat membantu keperluan keluarga.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sekarang sudah jarang dijumpai Fatimah, tidak seperti dulu. Tahun lalu kalau lagi mujur satu hamparan kami bisa dapat 200 kg daun segar sekali petik” ujar mang Asari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Biasanya jika ada pohon Rasamala yang tumbang dan busuk, disitu banyak dijumpai Fatimah, tapi sekarang sedikit. Bahkan bekas petikan tahun lalu paling hanya ada 2 daun kecil-kecil”. Kata mang Odang menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka memang mempunyai aturan sendiri dalam memetik Fatimah. Batang Kacip Fatimah dipotong dan hanya diambil daunnya saja. Sisa – sisa batang ditinggal di lokasi tempat tumbuhnya agar nantinya tumbuh dan bersemi lagi. Namun tanaman ini memang sangat lambat pertumbuhannya. Bekas petikan tahun lalu rata-rata baru keluar 2 daun. Diantara petani pemetik ada yang mencoba menanam di kebun, namun hasilnya bahkan lebih jelek lagi. Mang Odang misalnya, sejak 2 tahun lalu menanam Kacip Fatimah di kebun miliknya, namun baru tumbuh 2 daun saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kacip Fatimah tumbuh dan berkembang baik di lokasi-lokasi yang berhumus tebal dan ternaungi dari cahaya matahari. Mereka tumbuh berkoloni di antara tegakan pohon-pohon besar yang rapat. Dengan semakin rusaknya hutan tempat tumbuhnya Kacip Fatimah akibat penebangan yang tidak terencana dan merajalelanya pencurian kayu, akan semakin mengancam perkembangbiakannya di alam. Melihat lambatnya pertumbuhan tanaman ini, jika permintaan pasar terhadap Kacip Fatimah terus meningkat, tidak bisa dipungkiri tanaman ajaib ini suatu saat akan punah dari pegunungan Halimun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779397319297214358-7009482510744552426?l=id.porosjabar.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://id.porosjabar.com/feeds/7009482510744552426/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3779397319297214358&amp;postID=7009482510744552426&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/7009482510744552426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/7009482510744552426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://id.porosjabar.com/2008/10/kacip-fatimah-daun-emas-di-ujung-gunung.html' title='Kacip Fatimah, Daun Emas di Ujung Gunung'/><author><name>Koperasi Tanaman Obat Jawa Barat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01484900729809440547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779397319297214358.post-5376129541649249629</id><published>2008-10-08T13:15:00.002+07:00</published><updated>2010-10-05T18:00:07.071+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ciwaluh'/><title type='text'>Masyarakat Ciwaluh - Bekerja Bersama Balai Taman Nasional Gede Pangrango</title><content type='html'>Bagian  1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup harmony dengan alam, itulah semboyan yang telah mendarah daging bagi masyarakat Kampung Ciwaluh. Sangat berbeda dengan masyarakat lain di sekitarnya yang memiliki kecenderugan merusak hutan, masyarakat Kp. Ciwaluh justru memiliki komitmen dalam menjaga hutan di sekeliling kampung mereka. Kesadaran ini telah dimiliki oleh mereka sejak lama, sehingga mereka terhindar dari bencana kekeringan, banjir dan longsor karena selalu keutuhannya. Lahan kehutanan kp Ciwaluh merupakan hutan konservasi yang dikelola oleh Balai Taman Nasional Gunung Gede-Pangranggo.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menopang kehidupan ekonomi, masyarakat Ciwaluh mengandalkan hasil dari tanaman kopi, kapulaga dan&lt;a style="" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7It1n47r0qQ/SOw9wEPuGaI/AAAAAAAAAAM/m81q-MCupEw/s1600-h/Kantor+TN+Resort+Bedogol.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7It1n47r0qQ/SOw9wEPuGaI/AAAAAAAAAAM/m81q-MCupEw/s320/Kantor+TN+Resort+Bedogol.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5254642761217218978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; kumis kucing yang mereka tanam secara tumpang sari di pinggiran areal kehutanan. Sadar bahwa kehidupan mereka sangat tergantung pada lahan kehutanan, bersama kelompok tani yang telah dibentuk, mereka bersepakat untuk bertemu dengan pihak Balai Taman Nasional untuk membicarakan masalah perijinan melakukan penanaman tumpangsari di lahan kehutanan.&lt;br /&gt;Berbekal semangat dan keyakinan bahwa mereka bukan perusak hutan tetapi justru menjaga dan melindungi hutan, mereka yakin pihak Balai Taman Nasional akan mengijinkan dan mendukung mereka dalam melakukan budidaya tumpangsari  sekaligus menjaga kelestarian hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan dengan pihak Balai Taman Nasional difasilitasi oleh Perkumpulan Telapak, sebuah organisasi nirlaba di Bogor. Aktifitas Perkumpulan Telapak adalah bekerja mendampingi dan memperjuangkan kelompok kelompok masyarakat petani dan nelayan untuk mewujudkan kemadirian ekonomi, kedaulatan dan martabat sebagai entitas yang seringkali selalu dipinggirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7It1n47r0qQ/SOw_Lrz8WBI/AAAAAAAAAAc/fVUraH61hwc/s1600-h/Dialog+masyarakat+Ciwaluh+dg+Balai+Taman+Nasional+Gede+Pangrango,+Wilayah+Bogor,+Bpk+Ir.+Hariyanto,rev.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7It1n47r0qQ/SOw_Lrz8WBI/AAAAAAAAAAc/fVUraH61hwc/s320/Dialog+masyarakat+Ciwaluh+dg+Balai+Taman+Nasional+Gede+Pangrango,+Wilayah+Bogor,+Bpk+Ir.+Hariyanto,rev.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5254644335206225938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Inisiatif ini ternyata mendapat sambutan yang sangat serius dari pihak Balai Taman Nasional. Bahkan kepala Balai sendiri menginginkan bertemu langsung. Mereka ingin mendengarkan langsung tentang kegiatan di Kp Ciwaluh dan rencana kerjasama dengan pihak Balai. Keseriusan Balai Taman Nasional terlihat dari dihadirkannya seluruh kepala bidang wilayah, kepada seksi dan kepala resort Taman Nasional Gede-Pangranggo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung ke bagian 2,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Artikel oleh : Hendaru Djumantoro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);font-size:85%;" &gt;Tanaman Obat Jawa Barat bersama Telapak bekerja dikampung Ciwaluh, didukung  oleh  HPSP (Holticultura Partnership Support Programme) dan Japan Enveronmental  Education Forum (JEFF)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779397319297214358-5376129541649249629?l=id.porosjabar.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://id.porosjabar.com/feeds/5376129541649249629/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3779397319297214358&amp;postID=5376129541649249629&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/5376129541649249629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/5376129541649249629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://id.porosjabar.com/2008/10/masyarakat-ciwaluh-bekerja-bersama.html' title='Masyarakat Ciwaluh - Bekerja Bersama Balai Taman Nasional Gede Pangrango'/><author><name>Hendaru Djumantoro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729624714950179989</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_7It1n47r0qQ/SnJIK3nkPTI/AAAAAAAAAFA/zY06-pLTIGQ/S220/opr00Y5B.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7It1n47r0qQ/SOw9wEPuGaI/AAAAAAAAAAM/m81q-MCupEw/s72-c/Kantor+TN+Resort+Bedogol.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779397319297214358.post-4778720138195708733</id><published>2008-09-30T14:12:00.006+07:00</published><updated>2011-10-27T10:58:53.260+07:00</updated><title type='text'>Happy Eid Mubarak 1429 H</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Koperasi Tanaman Obat Jawa Barat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Mengucapkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selamat Hari Raya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Idul Fitri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1 Syawal 1429 H&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);font-size:180%;" &gt;Mohon maaf lahir dan batin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779397319297214358-4778720138195708733?l=id.porosjabar.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://id.porosjabar.com/feeds/4778720138195708733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3779397319297214358&amp;postID=4778720138195708733&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/4778720138195708733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/4778720138195708733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://id.porosjabar.com/2008/09/happy-eid-mubarak-1429-h.html' title='Happy Eid Mubarak 1429 H'/><author><name>Koperasi Tanaman Obat Jawa Barat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01484900729809440547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779397319297214358.post-4898732168421425412</id><published>2008-09-30T13:59:00.001+07:00</published><updated>2008-10-08T16:41:16.889+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Brosur'/><title type='text'>Temulawak</title><content type='html'>&lt;a style="" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SOIkZ1Cgr1I/AAAAAAAAARs/iKougdT_lhU/s1600-h/untitled1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SOIkZ1Cgr1I/AAAAAAAAARs/iKougdT_lhU/s200/untitled1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251800141620358994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Temulawak (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Curcuma xanthorrhiza&lt;/span&gt; ROXB.) adalah tanaman obat asli dari Kawasan Indo – Malaysia. Temulawak tumbuh berumpun dan berbatang semu dengan ketinggian mencapai 1 – 2 meter, berdaun hijau berbentuk bundar lonjong. Tanaman ini dapat tumbuh  pada daerah dataran rendah sampai dataran tinggi dan mampu beradaptasi dengan berbagai jenis tanah yang berbeda. Dapat dipanen setelah berumur 8 – 10 bulan, ditandai dengan batang yang menguning dan umbi yang berwarna kuning kecoklatan. Berbau harum dan rasanya pahit pedas. Sentra penghasil temulawak adalah di Asia Tenggara. Walaupun demikian tanaman ini dijumpai juga di Cina, India, Jepang, Korea dan Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia masyarakat menanam hanya untuk keperluan pengobatan sendiri dan dibudidayakan secara konvensional. Tanaman ini secara turun temurun telah dimanfaatkan oleh masyarakat pedesaan untuk penyembuhkan berbagai macam penyakit.  Tidak dijumpai informasi akurat mengenai sentra penghasil Temulawak yang besar dari Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manfaat Temulawak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagian yang diambil sebagai obat adalah rimpangnya. Rimpang ini mengandung 48-59,64 % zat tepung, 1,6-2,2 % kurkumin dan 1,48-1,63 % minyak asiri. Ramuan rimpang Temulawak biasanya dicampur dengan kunyit dan gula kemudian diseduh dengan air panas. Penggunaan dapat diparut dan diambil airnya atau langsung direbus dengan air. Rimpang juga dapat dikeringkan dan disimpan untuk digunakan jika diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat memberikan ramuan kepada anak-anak yang sulit makan. Parutan rimpang segar temulawak, kunyit dan gula diseduh dengan air panas kemudian disaring dan diminumkan kepada anak. Untuk memperbaiki rasa dapat juga dicampur dengan jeruk nipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat lain dari Temulawak adalah dapat menghambat penuaan kulit, menghilangkan flex hitam di wajah dan dapat menjaga kelenturan tubuh.&lt;br /&gt;Kandungan atsiri Temulawak merupakan obat anti kolesterol, anti inflamasi, anti animea, anti oksidan, pencegah kanker, anti mikroba, memperlancar ASI dan obat jerawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk gangguan ginjal, rimpang temulawak dicampur dengan 1 genggam daun kumis kucing, 1 genggam daun meniran dan 4 gelas air direbus hingga tinggal 2 gelas dan diminum 3 kali sehari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779397319297214358-4898732168421425412?l=id.porosjabar.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/4898732168421425412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/4898732168421425412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://id.porosjabar.com/2008/09/temulawak.html' title='Temulawak'/><author><name>Koperasi Tanaman Obat Jawa Barat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01484900729809440547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SOIkZ1Cgr1I/AAAAAAAAARs/iKougdT_lhU/s72-c/untitled1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779397319297214358.post-4954408738615284761</id><published>2008-08-21T13:19:00.005+07:00</published><updated>2010-10-05T18:00:52.781+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ciwaluh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumis Kucing'/><title type='text'>Kumis Kucing Organik Kampung Ciwaluh</title><content type='html'>Kampung Ciwaluh adalah sebuah kampung yang terletak di lereng sebelah barat Gunung Gede. Dikelilingi oleh kawasan Taman Nasional Gunung Gede - Pangranggo. Secara administrasi Kampung Ciwaluh berlokasi di Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sekitar 35 km dari pusat kota Bogor.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyTLC7FbzI/AAAAAAAAAOM/8bFUqccs_7g/s1600-h/Jalan+setapak+yang+sempit+di+Ciwaluh+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyTLC7FbzI/AAAAAAAAAOM/8bFUqccs_7g/s200/Jalan+setapak+yang+sempit+di+Ciwaluh+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250233083579690802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk menuju kampung Ciwaluh ditempuh dengan mobil kemudian disambung dengan motor. Satu-satunya jalan setapak yang menghubungkan kampung Ciwaluh dengan kampung terdekat hanya bisa dilalui dengan sepeda motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang pertama kali berkunjung ke Ciwaluh pasti akan merasakan kengerian sekaligus takjub. Ngeri karena akan melalui jalan yang sempit, terjal, naik turun dan berkelok-kelok dipinggir tebing yang curam, takjub karena di kanan kiri sepanjang perjalanan akan disuguhkan pemandangan yang elok oleh hamparan sawah, gunung dan sungai yang terhampar bak permadani surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciwaluh berpenduduk sekitar 500 jiwa terdiri atas 77 KK, terbagi dalam 2 RT dan 1 RW. Penghasilan utama masyarakat adalah pertanian padi dan Kumis Kucing. Padi ditanam untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri, sementara Kumis Kucing dijual ke luar. Penghasilan dari Kumis Kucing dipergunakan untuk membeli kebutuhan rumah tangga seperti lauk pauk, sandang dan kebutuhan lainnya. Beberapa dari masyarakat juga menanam kopi. Luas kampung ini 85 Ha. Sekitar 15 Ha adalah kebun Kumis Kucing, 15 Ha sawah dan sisanya adalah ladang dan pemukiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan Ciwaluh sehari-hari sangat jauh dari keramaian. Mereka hidup harmoni dengan alam. Dipinggir kampung mengalir Sungai Ciwaluh yang masih jernih. Sungai ini merupakan Hulu dari Sungai Cisadane dari Gunung Gede. Masyarakat menggunakan sungai untuk keperluan mandi dan mencuci. Selain sungai, Ciwaluh juga kaya akan mata air. Banyak mata air  mengalir dari tebing-tebing pinggiran hutan yang mengelilingi kampung mereka. Keadaan ini membuat Ciwaluh tidak pernah kekurangan air sepanjang tahun. Kesuburan ini merupakan anugerah sekaligus berkah atas upaya masyarakat yang selalu menjaga dan melindungi hutan dari kerusakan. Jika kita melihat Ciwaluh, akan tampak hijau dan lebatnya hutan Taman Nasional yang mengelilingi kampung mereka. Hampir sepanjang hari kabut selalu menyelimuti  perbukitan Ciwaluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bercocok tanam &lt;span dragover="true" style="font-style: italic;"&gt;masyarakat Ciwaluh ti&lt;/span&gt;&lt;span dragover="true" style="font-style: italic;"&gt;dak mengenal pupuk kimia dan pestisida&lt;/span&gt;. Praktek ini mereka lakukan sejak turun temurun. Semua pupuk berasal dari kotoran hewan peliharaan dan sisa tumbuh-tumbuhan yang mereka buat kompos. Pengalaman mereka menunjukkan bahwa pupuk buatan sendiri sangat murah dan hasil panen selalu bagus. Demikian juga dengan tanaman Kumis Kucing. Masyarakat Ciwaluh tidak pernah memberi pupuk pabrik maupun pestisida pada Kumis Kucing yang mereka tanam. Kumis Kucing dari Ciwaluh sangat diminati pembeli lokal karena baunya yang harum dan warnanya yang Hijau. Walaupun belum pernah dilakukan tes laboratorium, semua yakin bahwa kualitas Kumis Kucing dari Ciwaluh sangat bagus, lebih bagus dibanding Kumis Kucing dari kampung tetangga yang kebanyakan dipupuk dengan pupuk buatan pabrik. Jika kita menginginkan Kumis Kucing Organik sebagai bahan baku obat-obatan, maka Kumis Kucing Ciwaluh adalah salah satu pilihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyUMWT5-mI/AAAAAAAAAOc/NhFFFGlSzwk/s1600-h/mang+Empud+dan+istri+sedang+mensortir+kumis+kucing+kering+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyUMWT5-mI/AAAAAAAAAOc/NhFFFGlSzwk/s200/mang+Empud+dan+istri+sedang+mensortir+kumis+kucing+kering+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250234205475568226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saat ini dalam hal pemasaran Kumis Kucing, masyarakat Ciwaluh telah bergabung dengan Koperasi Petani Tanaman Obat Jawa Barat. Dengan berkoperasi, selain harga Kumis Kucing semakin meningkat, masyarakat juga memperoleh bimbingan cara pengolahan Kumis Kucing agar memperoleh mutu yang baik. Koperasi memberikan bantuan peralatan yang memadai untuk melakukan prosesing pengolahan Kumis Kucing mereka. Mereka berharap suatu saat bisa memperoleh kehidupan lebih baik dengan Kumis Kucing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_R3iJmoTMMvA/ST5BWpRIqeI/AAAAAAAAAzU/Ndjc9Kt5VAM/s1600-h/Inspektor+CU+sedang+mengontrol+kebun+Kumis+Kucing.JPG"&gt;&lt;img dragover="true" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_R3iJmoTMMvA/ST5BWpRIqeI/AAAAAAAAAzU/Ndjc9Kt5VAM/s200/Inspektor+CU+sedang+mengontrol+kebun+Kumis+Kucing.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277727670615452130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_R3iJmoTMMvA/ST4-PakBdzI/AAAAAAAAAys/kEBRF6k-BD8/s1600-h/Abah+Harun+di+kebun+Kumis+Kucing.JPG"&gt;&lt;img dragover="true" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_R3iJmoTMMvA/ST4-PakBdzI/AAAAAAAAAys/kEBRF6k-BD8/s200/Abah+Harun+di+kebun+Kumis+Kucing.JPG" alt="Abah Harun di Kebun Kumis Kucing" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277724247874172722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_R3iJmoTMMvA/ST4--bSH68I/AAAAAAAAAy8/LC10ngmaXM0/s1600-h/Hamparan+padi+kp+Ciwaluh.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_R3iJmoTMMvA/ST4--bSH68I/AAAAAAAAAy8/LC10ngmaXM0/s200/Hamparan+padi+kp+Ciwaluh.jpg" alt="Hamparan Padi Kampung Ciwaluh" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277725055521385410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_R3iJmoTMMvA/ST4_nqrbZ5I/AAAAAAAAAzM/v-7fQzlelh0/s1600-h/Menjemur+kumis+kucing2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 99px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_R3iJmoTMMvA/ST4_nqrbZ5I/AAAAAAAAAzM/v-7fQzlelh0/s200/Menjemur+kumis+kucing2.JPG" alt="Menjemur Kumis Kucing" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277725764028688274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman Obat Jawa Barat bersama Telapak bekerja dikampung Ciwaluh, didukung  oleh  HPSP (Holticultura Partnership Support Programme) dan Japan Enveronmental  Education Forum (JEFF)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779397319297214358-4954408738615284761?l=id.porosjabar.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://id.porosjabar.com/feeds/4954408738615284761/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3779397319297214358&amp;postID=4954408738615284761&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/4954408738615284761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/4954408738615284761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://id.porosjabar.com/2008/08/kumis-kucing-organik-kampung-ciwaluh.html' title='Kumis Kucing Organik Kampung Ciwaluh'/><author><name>Hendaru Djumantoro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729624714950179989</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_7It1n47r0qQ/SnJIK3nkPTI/AAAAAAAAAFA/zY06-pLTIGQ/S220/opr00Y5B.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyTLC7FbzI/AAAAAAAAAOM/8bFUqccs_7g/s72-c/Jalan+setapak+yang+sempit+di+Ciwaluh+%28Small%29.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779397319297214358.post-4866139544322590440</id><published>2008-08-20T14:17:00.006+07:00</published><updated>2010-10-05T18:00:59.555+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ciwaluh'/><title type='text'>Ciwaluh, Menuju Sertifikasi Organik</title><content type='html'>Meskipun gaya hidup dan cara bertani masyarakat Ciwaluh dilakukan secara alami dan harmoni dengan alam dan lingkungannya, ternyata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;untuk mendapatkan pengakuan internasional sebagai masyarakat yang berperilaku organik tidaklah mudah&lt;/span&gt;.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan untuk mendapatkan pengakuan dari lembaga sertifikasi Internasional mulai dilakukan pada bulan  Mei 2008. Dimulai dari pertemuan dengan masyarakat untuk menjelaskan apa manfaatnya mendapatkan pengakuan organik dari lembaga sertifikasi Internasional. Sebagaimana diketahui kesadaran masyarakat dunia saat ini  telah meningkat, terutama dalam hal kesehatan. Mereka cenderung beralih untuk menggunakan produk-produk yang ramah lingkungan, tidak merusak dan berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan organik dengan sendirinya akan memudahkan Ciwaluh memasarkan berbagai produk yang mereka produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyWWyrvH1I/AAAAAAAAAOk/ZoMUw01B3GE/s1600-h/P1040152+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyWWyrvH1I/AAAAAAAAAOk/ZoMUw01B3GE/s200/P1040152+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250236583913660242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Diantara produk yang terkenal dihasilkan oleh masyarakat Ciwaluh adalah Kumis Kucing (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orthosiphon stamineus&lt;/span&gt;), Kapulaga, Kopi (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cofea spp&lt;/span&gt;.) dan Padi (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Zea mays&lt;/span&gt;). Produksi Kumis Kucing tidak kurang dari 12 ton per tahun, Kapulaga 5 ton per tahun, kopi 15 ton per tahun dan padi sekitar 25 ton per tahun. Dengan jumlah penduduk hanya 80 kepala keluarga atau sekitar 400 jiwa, seharusnya perekonomian masyarakat Ciwaluh cukup sejahtera. Namun kenyataan tidak selalu sama dengan hitungan kertas. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Produk mereka sampai saat ini dijual dengan harga rendah di pasar lokal&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu syarat memperoleh pengakuan sertifikasi organik adalah adanya kelembagaan masyarakat yang mengatur kegiatan perekonomian. Pada bulan Maret 2008 melalui pertemuan masyarakat dibentuklah koperasi. Walaupun belum berbadan hukum koperasi ini telah melakukan pelayanan pembelian Kumis Kucing baik yang kering maupun basah. Koperasi juga telah melakukan pembinaan tentang proses paska produksi yang baik sehingga diperoleh daun Kumis Kucing Kering dengan kualitas bagus, yaitu warna daun tetap hijau, kandungan batang rendah dan tingkat kekeringan yang cukup. Untuk waktu yang akan datang koperasi akan melayani pembelian produk lain seperti kapulaga, kopi dan padi organik. Dalam melakukan pemasaran kumis kucing, koperasi masyarakat Ciwaluh bergabung bersama dalam wadah besar Koperasi Tanaman obat dan rempah-rempah Jawa Barat dan bermitra dengan &lt;a href="http://www.porosnusantara.com/"&gt;PT Poros Nusantara Utama&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Mei 2008 telah dilakukan uji laboratorium terhadap contoh tanah dan produk Kumis Kucing dari Ciwaluh. Uji laboratorium ini dilakukan untuk lebih meyakinkan keorganikan produk dari Ciwaluh. Hasil uji laboratorium diperoleh bahwa tidak ada kandungan pestisida sedikit pun pada tanah dan produk Kumis kucing. Demikian juga dengan kandungan logam berbahaya seperti Timbal, Cadnium dan Merkuri. Semua logam berbahaya tersebut tidak dijumpai pada daun Kumis Kucing dan tanah Ciwaluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendukung kegiatan pengolahan pasca panen, Koperasi Ciwaluh telah membuat ruang pelayuan dan gudang penyimpanan. Ruang pelayuan berguna untuk mempercepat proses pengeringan daun Kumis Kucing, Kapulaga dan Kopi. Tempat ini akan sangat berguna bagi masyarakat saat musim hujan, karena pada musim hujan terutama pada bulan Desember, Januari dan Pebruari akan terus menerus diguyur hujan sepanjang hari. Dengan tempat pelayuan yang dimiliki koperasi, masyarakat akan tetap dapat melakukan proses pengeringan di musim hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gudang sangat berguna untuk menyimpan produk yang telah dibeli oleh koperasi, sebelum disetorkan ke Koperasi pusat. Dengan gudang yang baik, kualitas produk akan terjaga dari kerusakan. Biasanya setelah terkumpul dengan volume tertentu, Kumis Kucing kirim ke gudang Koperasi Pusat di Cigombang yang berjarak sekitar 10 km dari Ciwaluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua berharap proses menuju sertifikasi organik berjalan dengan lancar dan akan meningkatkan perekonomian masyarakat Ciwaluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);font-size:85%;" &gt;Tanaman Obat Jawa Barat bersama Telapak bekerja dikampung Ciwaluh, didukung  oleh  HPSP (Holticultura Partnership Support Programme) dan Japan Enveronmental  Education Forum (JEFF)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779397319297214358-4866139544322590440?l=id.porosjabar.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://id.porosjabar.com/feeds/4866139544322590440/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3779397319297214358&amp;postID=4866139544322590440&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/4866139544322590440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/4866139544322590440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://id.porosjabar.com/2008/08/ciwaluh-menuju-sertifikasi-organik.html' title='Ciwaluh, Menuju Sertifikasi Organik'/><author><name>Hendaru Djumantoro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729624714950179989</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_7It1n47r0qQ/SnJIK3nkPTI/AAAAAAAAAFA/zY06-pLTIGQ/S220/opr00Y5B.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyWWyrvH1I/AAAAAAAAAOk/ZoMUw01B3GE/s72-c/P1040152+%28Small%29.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779397319297214358.post-8490750729076103196</id><published>2008-08-02T14:20:00.006+07:00</published><updated>2010-10-05T18:01:05.788+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nangela'/><title type='text'>Nangela, Geliat baru kampung Organik</title><content type='html'>Nangela adalah salah satu kampung di Desa Pabangbon, kec. Leuwiliang, kab. Bogor. Berpenduduk 150 KK atau 700 jiwa, dan berjarak 15 km dari ibukota kecamatan Leuwiliang. Lokasi kampung dikelilingi oleh kawasan hutan &lt;a href="http://www.perumperhutani.com/"&gt;Perhutani&lt;/a&gt;. Namun demikian kawasan hutan sejak tahun 2002 telah berubah status menjadi kawasan &lt;a href="http://www.tnhalimun.go.id/"&gt;Taman Nasional Gunung Halimun Salak&lt;/a&gt;.  Lokasi yang tersembunyi dan jauh dari keramaian membuat Nangela kurang tersentuh derapnya pembangunan. Walaupun untuk mencapai kampung dapat ditempuh dengan mobil maupun motor, namun karena kondisi jalan yang rusak berat membuat jalur mobilisasi sumberdaya terhambat.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiskinan yang melilit masyarakat Nangela  selain disebabkan karena infrastruktur jalan yang tidak memadai juga belum ada produk yang menonjol yang dapat diandalkan oleh masyarakat Nangela.  Produk yang dihasilkan kebanyakan adalah padi. Hasilnya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Sebagian kelebihan dijual untuk ditukar dengan kebutuhan hidup lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kondisi tersebut seolah tidak ada yang bisa diharapkan dari kampung ini. Demikianlah anggapan sebagian besar masyarakat sekitar dan juga pemerintah atas masyarakat Nangela. Namun jika ditelisik lebih ke dalam ternyata berbagai potensi alam masih sangat menjanjikan.&lt;br /&gt;Dikelilingi oleh areal hutan, kampung ini sangat elok dan subur. Air yang melimpah dari sumber mata air pegunungan membuat mereka tidak pernah kekurangan air di musim kemarau dan dapat menanam padi sepanjang tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil kebun lain adalah kayu sengon (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Paraseriantes sp&lt;/span&gt;.), gula aren, kapulaga dan pisang. Potensi yang tidak sangat penting, bahkan tidak ternilai harganya adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kekompakan masyarakat dan panutan mereka kepada seorang pemimpin&lt;/span&gt;. Kelembagaan informal masyarakat yang kuat ini merupakan modal penting. Tinggal bagaimana mengarahkan semua potensi ini untuk menuju ke arah perbaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini masyarakat Nangela berinisiatif untuk bergabung dalam wadah Koperasi Tanaman Obat dan Rempah Jawa Barat. Seperti telah diketahui koperasi ini telah cukup lama berkecimpung di dalam budidaya tanaman obat-obatan bersama banyak petani di sekitar Taman Nasional Halimun Salak dan Gede Pangrango. Semangat dan antusiasme yang tercermin dari masyarakat Nangela disambut baik oleh pengurus koperasi. Pertemuan demi pertemuan mulai rutin dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana pertama adalah memasyarakatkan tata cara hidup organik dan bertani organik. Rencana ini dikonritkan dengan pembentukan kelompok koperasi sebagi sub dari koperasi Primer Karyasari. Kegiatan dimulai dengan budi daya tanaman Kumis Kucing. Namun ke depan pertanian organik akan diarahkan kepada semua produk yang dihasilkan oleh masyarakat Nangela termasuk padi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyXT5HOC5I/AAAAAAAAAOs/6nzoi5Mnd3c/s1600-h/P7200216+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyXT5HOC5I/AAAAAAAAAOs/6nzoi5Mnd3c/s200/P7200216+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250237633611565970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada bulan Juni 2008, bersama pengurus koperasi Primer di Karyasari, masyarakat Nangela melakukan pelatihan pembuatan pupuk Bokasi. Bahan baku pembuatan pupuk Bokasi berupa kotoran binatang dan sekam atau jerami padi, sangat melimpah tersedia di kampung, sehingga tidak perlu membeli atau mendatangkan dari tempat lain. Pupuk ini pertama-tama akan digunakan untuk budidaya Kumis Kucing. Selanjutnya akan dilakukan uji coba pada areal persawahan. Mereka berharap pada awal tahun 2009 semua areal persawahan sudah menggunakan pupuk Bokasi. Penggunaan bokasi selain mengurangi biaya produksi padi terbukti hasil panen tidak kalah jika dibanding dengan padi yang diberi pupuk kimia. Bahkan rasa dan daya tahan padi yang dihasilkan dengan pupuk bokasi jauh lebih bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahan budi daya Kumis Kucing  seluas 7 hektar yang ditanam oleh 40 petani. Sesunguhnya masih banyak petani yang berkeinginan menanam. Namun karena keterbatasan bibit, tidak semua petani mendapatkan bibit Kumis Kucing. Diharapkan dalam waktu dekat pada saat memasuki musim hujan, kebutuhan bibit dapat terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanaman perdana Kumis Kucing ini diharapkan akan mulai dipanen pada bulan Desember 2008 atau Januari 2009. Dengan bergabungnya kampung Nangela, bertambahlah lokasi budidaya Kumis Kucing Organik oleh petani yang tergabung dalam  Koperasi Tanaman Obat dan Rempah Jawa Barat. Mudah-mudahan semangat ber - Organik akan semakin tumbuh dan berkembang di kampung-kampung lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);font-size:85%;" &gt;Tanaman Obat Jawa Barat bersama Telapak bekerja dikampung Nangela, didukung oleh HPSP (Holticultura Partnership Support Programme) dan Japan Enveronmental Education Forum (JEFF)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779397319297214358-8490750729076103196?l=id.porosjabar.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://id.porosjabar.com/feeds/8490750729076103196/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3779397319297214358&amp;postID=8490750729076103196&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/8490750729076103196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/8490750729076103196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://id.porosjabar.com/2008/08/nangela-geliat-baru-kampung-organik.html' title='Nangela, Geliat baru kampung Organik'/><author><name>Hendaru Djumantoro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729624714950179989</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_7It1n47r0qQ/SnJIK3nkPTI/AAAAAAAAAFA/zY06-pLTIGQ/S220/opr00Y5B.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyXT5HOC5I/AAAAAAAAAOs/6nzoi5Mnd3c/s72-c/P7200216+%28Small%29.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779397319297214358.post-1210796624408657291</id><published>2008-07-23T14:21:00.005+07:00</published><updated>2010-10-05T18:01:11.982+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pelatihan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumis Kucing'/><title type='text'>Pelatihan Pasca Produksi Kumis Kucing</title><content type='html'>Pasar bahan baku obat-obatan saat ini menuntut produk yang berkualitas tinggi yang memenuhi kreteria kesehatan, tidak merusak lingkungan dan bebas dari residu bahan kimia berbahaya. Disadari akan pentingnya kualitas produk sebagai jaminan terhadap kepuasan konsumen maka pengawasan terhadap mutu produk menjadi sangat penting.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koperasi Tanaman Obat Jawa Barat yang produk utamanya saat ini adalah Kumis Kucing (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orthosiphon stamineus&lt;/span&gt;) menjawab tuntutan pasar dengan berbenah diri di segala lini. Salah satu pembenahan yang dilakukan adalah pelatihan – pelatihan terhadap petani anggota koperasi. Membekali pengetahuan yang cukup kepada anggota merupakan langkah yang penting untuk mendapatkan hasil produksi obat-obatan yang berkualitas. Dengan anggota sebanyak 250 petani, mereka merupakan ujung tombak bagi kemajuan dan keberlanjutan koperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tahapan penting dalam proses produksi adalah penanganan pasca panen Kumis Kucing (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orthosiphon stamineus&lt;/span&gt;) dari sejak produk dipetik di kebun sampai penyimpanan produk barang jadi. Disana peranan petani anggota koperasi sangat menentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelatihan, anggota menyadari bahwa untuk menghasilkan produk yang bermutu dibutuhkan bahan baku yang bermutu. Untuk menghasilkan bahan baku Kumis Kucing (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orthosiphon stamineus&lt;/span&gt;) yang bermutu, maka langkah dan tahapan produksi harus dilakukan dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bersepakat untuk menghasilkan produk Kumis Kucing (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orthosiphon stamineus&lt;/span&gt;) terbaik bagi koperasi. Dipihak lain koperasi juga berjanji akan menghargai prestasi anggota dengan memberikan harga yang setinggi-tingginya. Untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;menjamin dan menciptakan harga yang adil&lt;/span&gt;, pengurus koperasi akan selalu memberikan informasi harga pasar terkini kepada seluruh anggota koperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir bulan juli 2008 Koperasi Tanaman Obat Jawa Barat diharapkan akan menghasilkan produk Kumis Kucing (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orthosiphon stamineus&lt;/span&gt;) kering dengan kualitas super yaitu daun yang masih berwarna hijau, dengan kadar air maksimum 13% dan kandungan batang muda tidak lebih dari 5%. Saat ini Koperasi Tanaman Obat Jawa Barat telah mampu memproduksi daun kumis kucing kering rata-rata 5 ton per bulan dan akan terus meningkat seiring dengan semakin banyaknya petani yang bergabung menjadi anggota Koperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyY-EK2gJI/AAAAAAAAAPU/fiAylNm3xlw/s1600-h/pasca_panen_kumis_kucing_a1+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyY-EK2gJI/AAAAAAAAAPU/fiAylNm3xlw/s200/pasca_panen_kumis_kucing_a1+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250239457645723794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a dragover="true" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyZNSQbFzI/AAAAAAAAAPc/nBC3ocPugj0/s1600-h/pasca_panen_kumis_kucinga4+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img dragover="true" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyZNSQbFzI/AAAAAAAAAPc/nBC3ocPugj0/s200/pasca_panen_kumis_kucinga4+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250239719125227314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyZvOPSH5I/AAAAAAAAAPk/JxOfr2lxrCU/s1600-h/pasca_panen_kumis_kucingc4+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyZvOPSH5I/AAAAAAAAAPk/JxOfr2lxrCU/s200/pasca_panen_kumis_kucingc4+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250240302162255762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyZ5_mqjWI/AAAAAAAAAPs/iFNuS6PFPq0/s1600-h/pasca_panen_kumis_kucingc5+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyZ5_mqjWI/AAAAAAAAAPs/iFNuS6PFPq0/s200/pasca_panen_kumis_kucingc5+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250240487212354914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyaSktrMLI/AAAAAAAAAP0/SpQ8pv4EVoY/s1600-h/pasca_panen_kumis_kucing_b+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyaSktrMLI/AAAAAAAAAP0/SpQ8pv4EVoY/s200/pasca_panen_kumis_kucing_b+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250240909490729138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyaevSdm_I/AAAAAAAAAP8/HQDOjCIwfg0/s1600-h/pasca_panen_kumis_kucingb2+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyaevSdm_I/AAAAAAAAAP8/HQDOjCIwfg0/s200/pasca_panen_kumis_kucingb2+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250241118487813106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);font-size:85%;" &gt;Tanaman Obat Jawa Barat bersama Telapak bekerja dikampung Karyasari, didukung oleh HPSP (Holticultura Partnership Support Programme) dan Japan Enveronmental Education Forum (JEFF)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779397319297214358-1210796624408657291?l=id.porosjabar.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://id.porosjabar.com/feeds/1210796624408657291/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3779397319297214358&amp;postID=1210796624408657291&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/1210796624408657291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/1210796624408657291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://id.porosjabar.com/2008/07/pelatihan-pasca-produksi-kumis-kucing.html' title='Pelatihan Pasca Produksi Kumis Kucing'/><author><name>Koperasi Tanaman Obat Jawa Barat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01484900729809440547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyY-EK2gJI/AAAAAAAAAPU/fiAylNm3xlw/s72-c/pasca_panen_kumis_kucing_a1+%28Small%29.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779397319297214358.post-3305484993337079869</id><published>2008-06-06T14:13:00.002+07:00</published><updated>2008-10-10T11:13:50.554+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Brosur'/><title type='text'>Pegagan - Gotu Kola</title><content type='html'>Pegagan atau Gotu Kola dengan nama latin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Centella asiatica&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hydrocotyle asiatica&lt;/span&gt;, mempunyai banyak nama di negeri kita; Daun kaki kuda, Apapaga (Batak), Pegaga (Deli), Pagago (Minangf), Pegaga (makasar); Antanan gede, Antanan rambat (Sunda), Dau tungke (Bugis); Pegagan, Gagan-gagan, Rendeng, Kerok batok (Jawa); Kos tekosan ( Madura), Kori-kori (Halmahera).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegagan biasa ditemukan pada daerah-daerah lembab, pinggiran rawa, pinggiran sungai, dan parit. Dia merupakan tumbuhan terna atau herba tahunan tanpa batang, tetapi dengan rimpang pendek dan stolon-stolon yang melata, panjang 10 cm sampai 80 cm. Daun tunggal, tersusun dalam roset yang terdiri dari 2 sampai 10 daun, kadang-kadang agak berambut. Perbungaan berupa payung tunggal atau 3 sampai 5 bersama-sama keluar dari ketiak daun kelopak. Buah pipih, lebar lebih kurang 7 mm dan tinggi lebih kurang 3 mm, berlekuk 2 berwarna kuning kecoklatan dan berdinding agak tebal dengan aroma harum khas dan rasanya tidak mendominasi pahit ataupun manis. Sering menjadi makanan ulam (lalapan) di beberapa daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di China, tumbuhan ini digunakan sebagai tonikum dan pengobatan lepra. Dengan karakternya yang dingin, tumbuhan ini juga digunakan sebagai anti-infeksi, anti-toksik, antipiretik, dan diuretik. Dalam sistem pengobatan ayurvedic di India, ini dibuat dalam bentuk sirup tanpa alkohol untuk pengobatan epilepsi. Selain itu, di Thailand, juga digunakan sebagai tonikum dan obat diare. Di Sri Lanka, tumbuhan ini banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan pengeluaran air susu, sedangkan di Vietnam digunakan untuk mengatasi lemah badan karena faktor usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri kita tumbuhan ini sudah teramat lama dikenal sebagai tumbuhan berkhasiat obat, terbukti ada pantun melayu lama yang berbunyi sbb:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalau masih pelaga payah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Masak disungkit buah delima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalau masih lalu pegaga terkunyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Masak penyakit hendak berlama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pakar sudah meneliti kemanfaatannya, misalnya saja Rumphius, Kloppenburg dan Ridley, Rumphius menggunakan untuk menyembuhkan luka, sakit perut, obat cacing, dan kencing batu. Menurut Kloppenburg, tumbuhan ini juga digunakan sebagai obat demam, pembersih darah, hemoroid, batuk kering, dan penyakit anak- anak hidung berdarah. Ridley juga menyatakan tumbuhan ini digunakan untuk obat kusta dan sipilis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak kandungan senyawa kimia pada pegagan sehingga mempunyai khasiat farmakologis, misalnya saja kandungan senyawa triterpenoid yaitu Asiatic acid, Madecassic acid, Asiaticoside, Madecassoside, juga mengandung unidentified terpene acetate, camphor, cineole, campesterol, stigmasterol, sitosterol, senyawa-senyawa polyacetylene, kaempferol, quercetin, myo-inositol, vellarin, asam amino, dan resins.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah penelitian terbaru, pegagan memiliki efek merangsang pertumbuhan rambut dan kuku, meningkatkan perkembangan pembuluh darah serta menjaganya dalam jaringan penghubung (connective tissue), meningkatkan pembentukan mucin (zat utama pembentuk mucus) dan komponen-komponen dasar pembentuk lainnya, seperti hyaluronic acid dan chondroitin sulfate, meningkatkan daya kompak (tensile integrity) dermis (jaringan kulit di bawah epidermis), meningkatkan proses keratinisasi (pembentukan keratin) epidermis melalui perangsangan pada lapisan luar kulit, dan meningkatkan efek keseimbangan pada jaringan penghubung dan berefek positif pada vitalitas sex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita yang berumur 18 tahun ke atas, +/- 90% menderita cellulite atau sering dikenal dengan orange-peel skin. Cellulite merupakan kombinasi dari lemak, toxins (cellular wastes), dan air yang berbentuk massa, seperti gel yang terjebak pada jaringan penghubung di bawah permukaan kulit. Jaringan penghubung akan menebal dan mengeras sehingga menimbulkan bentuk pesuk. Ini memberikan bentuk yang tidak bagus pada tubuh sehingga kadang-kadang menyebabkan seseorang rendah diri. Ini biasanya terjadi pada pinggul dan paha, tetapi juga bisa terjadi pada lengan, perut, dan pundak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegagan merupakan salah satu tumbuhan yang efektif digunakan untuk mengatasi cellulite. Berdasarkan penelitian yang dilakukan bahwa 80 persen wanita yang diobati dengan pegagan memberikan hasil yang memuaskan dalam pengobatan cellulite. Hal ini sangat berhubungan dengan kemampuan pegagan dalam memperkuat struktur jaringan penghubung dan mengurangi pengerasannya dengan bekerja secara langsung pada fibroblast.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk hasil yang lebih memuaskan, disarankan untuk mengonsumsi pegagan selama 3 bulan karena untuk pengobatan cellulite memang memerlukan sedikit waktu. Selain itu, sejalan dengan mekanisme kerja pegagan pada tubuh, tumbuhan ini juga terbukti secara klinik mampu mengobati luka bakar, sirosis hati, keloid, scleroderma, dan gangguan pembuluh vena. Hal yang menarik sekali adalah pegagan ini dapat juga digunakan sebagai pengganti Ginkgo Biloba terutama untuk mengatasi kepikunan dini atau meningkatkan kecerdasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takaran sehari yang dianjurkan untuk meramu pegagan sebagai obat adalah 3-4 gram pegagan (seluruh bagian tanaman kecuali akar) yang sudah dikeringkan atau sekitar 15-30 gram pegagan segar. Jika difungsikan sebagai pencegahan suatu penyakit atau sebagai vitalitas, dapat digunakan dengan dosis 0,5-1 gram pegagan kering atau 4-8 gram pegagan segar satu hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dari hasil penelitian didapat bahwa tumbuhan ini praktis tidak toksik atau aman digunakan. Jadi, tidak perlu ditakuti bahwa kelebihan takaran akan menyebabkan efek samping negatif. Penyajiannya bisa dilakukan dalam bentuk teh (dikeringkan dan direndam dalam air seperti teh) atau pegagan segar diseduh dengan air panas selama 10 menit lalu dikonsumsi, atau kita kembali pada tradisi leluhur dengan menjadikannya sebagai makanan ulam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779397319297214358-3305484993337079869?l=id.porosjabar.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/3305484993337079869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/3305484993337079869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://id.porosjabar.com/2008/06/pegagan-gotu-kola.html' title='Pegagan - Gotu Kola'/><author><name>Koperasi Tanaman Obat Jawa Barat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01484900729809440547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779397319297214358.post-8546497084248997467</id><published>2008-05-25T14:23:00.008+07:00</published><updated>2010-10-05T18:01:18.826+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pelatihan'/><title type='text'>Pelatihan Budidaya Sayur Organik</title><content type='html'>Pada hari Minggu, tanggal 25 Mei 2008, kelompok tani Lindung Harapan kampong Tapos desa Sukaharja mengadakan kunjungan lapang ke demplot sayur organik Dramaga. Demplot ini dimiliki dan dikelola oleh kelompok tani "Pak Tani ORGANIK" yang sudah sejak April 2004 telah memulai budidaya sayur sayuran dengan cara organic. Telah banyak kelompok tani berkunjung dan melakukan kegiatan pelatihan budidaya sayur organic di tempat tersebut.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di demplot seluas 2 hektar ini telah disediakan sarana percontohan yang cukup lengkap bagi siapa saja yang berkeinginan belajar melakukan budidaya sayur organik. Untuk memenuhi kebutuhan pupuk organic, "Pak Tani ORGANIK" memelihara puluhan domba di dalam demplot untuk diambil kotorannya yang kemudian diproses menjadi pupuk kompos. Untuk memenuhi kebutuhan  obat-obatan organic, ditanam juga pohon bahan baku obat untuk dioleh menjadi pestisida alami. Tersedia pula lokasi pembuatan pupuk organic, tempat pembibitan serta saung-saung untuk ruang pertemuan dan tempat menginap bagi peserta pelatihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok  tani Lindung Harapan sebenarnya adalah petani sayur yang sudah cukup maju. Mereka telah memiliki 1 unit mobil yang khusus melayani angkutan sayur mayur dari anggota kelompok tani untuk dijual ke pasar. Akan tetapi selama ini mereka menamam sayur secara konvensional, yaitu dengan pupuk buatan pabrik dan masih memberi pestisida kimia untuk penanggulangan hama penyakit sayuran mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari pentingnya kesehatan, dan kelestarian lingkungan serta karena semakin mahalnya biaya produksi budidaya sayur dengan cara konvensional, mereka berkeinginan untuk melihat dan bertemu secara langsung dengan petani yang telah melakukan budidaya sayur dengan cara organic. Petani Lindung Harapan ingin membandingkan dan membuktian kebenaran bahwa bertani organic tidak kalah hasilnya dengan bertani konvensional, bahkan kabarnya dari segi biaya produksi jauh lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyb_vmtrHI/AAAAAAAAAQM/h8mRiYjp8Dc/s1600-h/P3310110+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyb_vmtrHI/AAAAAAAAAQM/h8mRiYjp8Dc/s200/P3310110+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250242785020062834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyb_h6e6yI/AAAAAAAAAQE/5Am0sRIybNE/s1600-h/P3280100+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img dragover="true" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyb_h6e6yI/AAAAAAAAAQE/5Am0sRIybNE/s200/P3280100+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250242781344885538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyb_wF9BGI/AAAAAAAAAQU/TIOhN60QtAk/s1600-h/P3310116+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img dragover="true" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyb_wF9BGI/AAAAAAAAAQU/TIOhN60QtAk/s200/P3310116+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250242785151091810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyb_9hR2lI/AAAAAAAAAQc/hX8BWHUzc-I/s1600-h/P5180140+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img dragover="true" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyb_9hR2lI/AAAAAAAAAQc/hX8BWHUzc-I/s200/P5180140+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250242788755364434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyfDeq3ewI/AAAAAAAAARc/s7yyBwBSXBk/s1600-h/P5180152+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyfDeq3ewI/AAAAAAAAARc/s7yyBwBSXBk/s200/P5180152+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250246147728440066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNye6Plg3wI/AAAAAAAAARU/uCFefG7E6w4/s1600-h/P3310117+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNye6Plg3wI/AAAAAAAAARU/uCFefG7E6w4/s200/P3310117+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250245989060632322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyev11WP9I/AAAAAAAAARM/A6SV-YId1Gg/s1600-h/P3310113+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyev11WP9I/AAAAAAAAARM/A6SV-YId1Gg/s200/P3310113+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250245810349031378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyekr-5eDI/AAAAAAAAARE/fPAds0xjSvQ/s1600-h/P3280103+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyekr-5eDI/AAAAAAAAARE/fPAds0xjSvQ/s200/P3280103+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250245618726172722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman Obat Jawa Barat bersama Telapak bekerja dikampung Tapos, didukung oleh HPSP (Holticultura Partnership Support Programme) dan Japan Enveronmental Education Forum (JEFF)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779397319297214358-8546497084248997467?l=id.porosjabar.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://id.porosjabar.com/feeds/8546497084248997467/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3779397319297214358&amp;postID=8546497084248997467&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/8546497084248997467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/8546497084248997467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://id.porosjabar.com/2008/05/pelatihan-budidaya-sayur-organik.html' title='Pelatihan Budidaya Sayur Organik'/><author><name>Koperasi Tanaman Obat Jawa Barat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01484900729809440547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_OhqqiT3ELgk/SNyb_vmtrHI/AAAAAAAAAQM/h8mRiYjp8Dc/s72-c/P3310110+%28Small%29.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779397319297214358.post-30746059951090454</id><published>2008-03-05T14:11:00.004+07:00</published><updated>2010-10-05T18:01:44.695+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Labisia Pumila'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kacip Fatimah'/><title type='text'>Kacip Fatimah, Tanaman Eksotik Yang Berkhasiat</title><content type='html'>&lt;a style="" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7It1n47r0qQ/SOyIwFmoZGI/AAAAAAAAACc/C6pxcQyLBI0/s1600-h/Kacip+Fatimah,rev.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7It1n47r0qQ/SOyIwFmoZGI/AAAAAAAAACc/C6pxcQyLBI0/s200/Kacip+Fatimah,rev.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5254725224953832546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kacip fatimah&lt;/span&gt; atau nama latinnya &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Labisia pumila&lt;/span&gt; dari famili Myrsinaceae adalah sejenis tumbuhan herba yang mempunyai batang berkayu. Tanaman ini biasanya tumbuh secara liar di hutan hujan tropika pada ketinggian 750 meter dpl atau lebih.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhan ini berkembangbiak dengan 3 cara: melalui biji/benih, melalui tunas adventive yang tumbuh di pinggir daun yang tua dan potongan akar/batang. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kacip Fatimah&lt;/span&gt; ini dapat tumbuh dengan baik  dikawasan yang ternaungi oleh pepohonan lebat dan redup cahaya, dengan tanah yang mempunyai kandungan humus yang tinggi dan tidak berair.  Tanaman ini tumbuh sangat lambat. Dalam 1 tahun hanya tumbuh 1-2 helai daun, sehingga untuk mendapatkan 3-4 helai daun yang siap panen diperlukan waktu sekitar 2 tahun. Ada 3 jenis variasi yang biasa dijumpai di  alam yaitu: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Labisia pumila&lt;/span&gt; var. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;alata&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;L. pumila&lt;/span&gt; var. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pumila&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;L. pumila&lt;/span&gt; var. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lanceolata&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini tumbuhan ini belum dapat dibudidayakan. Kebanyakan Kacip Fatimah diambil di kawasan hutan yang masih lebat dan tumbuh dalam hamparan-hamparan yang terpisah-pisah. Di Indonesia untuk mengambil dan memanen , petani hutan harus berjalan kaki menempuh perjalanan panjang selama berjam-jam ke lokasi tempat tumbuh tanaman ini. Kelangkaan tanaman ini selain perkembangbiakan yang sangat lama, juga akibat semakin luasnya rusaknya kawasan hutan alam tempat tumbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Kegunaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kacip Fatimah begitu sinonim dgn wanita. Ia dikatakan dapat mempercepatkan proses kelahiran bayi disamping dapat mengembalikan kecergasan selepas bersalin. Selain dari itu ia juga dikatakan dapat membantu mengecilkan rahim dan melangsingkan badan. Kacip fatimah juga dikatakan dapat merangsangkan pengeluaran hormon yang dapat melancarkan perjalanan dan kitaran haid wanita. Ia juga dapat mengurangi sakit senggugut ketika haid. Sekarang banyak perusahaan herba yang mengkomersialkan tumbuhan ini dan dijadikan tonik selepas bersalin. Cara penggunaan untuk selepas/sebelum bersalin ialah dengan merebusnya (satu pokok termasuk daunnya) kedalam sepanci air(secukup panci tanah) dan airnya diminum. Ia juga boleh digunakan untuk mengobati penyakit buasir (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hemarroid&lt;/span&gt;/&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pile&lt;/span&gt;) dengan cara merebus akarnya yang telah dikeringkan. Ia juga boleh digunakan untuk merawat cirit birit, sakit sendi (rheumatism), gonorhea dan walaupun tumbuhan ini mempunyai khasiat yang begitu tinggi, satu aspek yang sering dilupakan adalah tahap ketoksidan kandungan kimia didalamnya. Kajian sedang dilakukan dengan terperinci untuk menentukan efek sampingan dan akibat dari penggunaan produk dari bahan ini supaya  dapat ditentukan dosis yang sesuai untuk dikonsumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Produksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kacip Fatimah  &lt;/span&gt;dijumpai di sekitar Taman Nasional Gunung Halimun – Salak. Petani hutan di sekitar areal Taman Nasional membentuk kelompok pemetik. Mereka tergabung dalam wadah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Koperasi Tanaman Obat Jawa Barat&lt;/span&gt;. Karena sifatnya yang sulit dibudidayakan pada tempat yang tidak sesuai dengan syarat tumbuhnya dan demi kelestarian Kacip Fatimah kelompok petani ini membuat atu&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7It1n47r0qQ/SOyI6IU1bdI/AAAAAAAAACk/_hGwTRI3kOk/s1600-h/Memetik+Daun+Kacip+Fatimah,rev.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7It1n47r0qQ/SOyI6IU1bdI/AAAAAAAAACk/_hGwTRI3kOk/s200/Memetik+Daun+Kacip+Fatimah,rev.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5254725397483187666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ran yang disepakati bersama dalam hal cara dan waktu pemanenan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kacip Fatimah&lt;/span&gt;. Peraturan tersebut adalah tidak boleh memanen dengan cara mencabut tetapi harus dipotong sehingga batang bawah dapat tumbuh bersemi kembali. Waktu pemanenan dijadwal 3 bulan sekali dengan jadwal lokasi - lokasi yang telah ditentukan. Sehingga setiap lokasi akan di panen maksimal 1 tahun 1 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan terbatasnya tempat tumbuh dan demi menjaga kelestariannya, saat ini Koperasi Tanaman Obat Jawa Barat hanya dapat memanen kacip Fatimah rata-rata 1 ton dalam 1 tahun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779397319297214358-30746059951090454?l=id.porosjabar.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/30746059951090454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/30746059951090454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://id.porosjabar.com/2008/03/kacip-fatimah.html' title='Kacip Fatimah, Tanaman Eksotik Yang Berkhasiat'/><author><name>Koperasi Tanaman Obat Jawa Barat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01484900729809440547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7It1n47r0qQ/SOyIwFmoZGI/AAAAAAAAACc/C6pxcQyLBI0/s72-c/Kacip+Fatimah,rev.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779397319297214358.post-4152197527287849340</id><published>2008-03-05T14:07:00.004+07:00</published><updated>2008-12-16T20:49:40.676+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumis Kucing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Brosur'/><title type='text'>Kumis Kucing</title><content type='html'>&lt;a style="" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7It1n47r0qQ/SOyNVPI4_FI/AAAAAAAAACs/2k_7SFm3Cyc/s1600-h/P1040210.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7It1n47r0qQ/SOyNVPI4_FI/AAAAAAAAACs/2k_7SFm3Cyc/s200/P1040210.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5254730261215116370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kumis Kucing (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orthosiphon aristatus&lt;/span&gt; /&lt;span style="font-style: italic;"&gt;stamineus benth&lt;/span&gt;) adalah tanaman obat berupa tumbuhan berbatang basah yang tegak. Tanaman ini dikenal dengan berbagai istilah seperti: kidney tea plants/java tea (Inggris), giri-giri marah (Sumatera), remujung (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan songot koneng (Madura). Tanaman Kumis kucing berasal dari wilayah Afrika tropis, kemudian menyebar ke wilayah Asia dan Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sentra produksi Kumis Kucing di Indonesia adalah di daerah Jawa. Di Jawa barat, tanaman ini telah dikenal dan dikembangkan olah masyarakat petani terutama di daerah lereng pegunungan Gede – Pangrango dan Halimun - Salak  sejak tahun 1989. Masyarakat mengenal tanaman ini sebagai obat untuk penyembuhan penyakit batu ginjal dan asam urat. Tanaman ini mulai berkembang luas setelah banyak permintaan dari industri farmasi dan jamu dari dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sentra produksi dan pengolahan kumis kucing terdapat di Desa Bedogol – Lido, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Petani di daerah ini bergabung dalam suatu wadah koperasi bernama Koperasi Tanaman Obat Jawa Barat. Bersama mereka bergabung pula kelompok tani Lindung Harapan – Kampung Tapos dan Kelompok Tani Mekar - Desa Karyasari yang juga sedang membudidayakan tanaman Kumis Kucing. Saat ini anggota yang tergabung di dalam budidaya kumis kucing berjumlah 400 petani dengan luas lahan yang dikelola sekitar 40 hektar tersebar di sekitar kawasan pegunungan Gede –Pangrango dan Halimun – Salak. Hasil panen saat ini telah mencapai lebih dari 5 ton daun kumis kucing kering setiap bulannya dan akan terus meningkat seiring dengan semakin banyaknya petani yang bergabung menjadi anggota koperasi tanaman obat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koperasi mengkoordinasikan seluruh anggota dalam perencanaan produksi, pengolahan pasca produksi dan pemasaran hasil produksi. Koperasi membangun tata niaga perdagangan secara adil dan transparan dimana anggota menjadi penerima manfaat utama dari system perdagangan yang dibangun. Saat ini sebagian besar hasil panen masih dijual di pasar local di dalam negeri. Namun demikian koperasi telah mulai menjajaki pasar luar negeri dan mulai mencari mitra pembeli potensial di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koperasi Tanaman Obat Jawa Barat memproduksi dua jenis hasil panen kumis kucing, yaitu kumis kucing konvensional yang masih menggunakan  pupuk kimia dan kumis kucing organic . Akan tetapi jumlah kumis kucing konvensional semakin lama semakin berkurang seiring dengan kesadaran petani bahwa pertanian organic terbukti mampu memperbaiki struktur tanah, biaya yang relative murah dan hasil panen yang bermutu baik walaupun jumlah panenan sedikit berkurang dibandingkan dengan pertanian konvensional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koperasi Tanaman Obat Jawa Barat saat ini telah mampu melakukan standarisasi produksi, dimana belum mampu dilakukan oleh petani kumis kucing lainnya. Mereka memproduksi kumis kucing &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Grade Super,  &lt;/span&gt;yaitu daun berwarna hijau, kandungan batang rendah dan kadar air 13%. Peningkatan kualitas ini telah mampu menaikan harga jual kumis kucing organic di pasar local sehingga meningkatkan pula harga beli di tingkat petani.  Peningkatan harga akan terus diusahakan oleh Koperasi Tanaman Obat Jawa Barat melalui perluasan pasar export agar tujuan mencapai kesejahteraan petani anggota koperasi dapat diwujudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Artikel ditulis oleh : Hendaru Djumantoro&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779397319297214358-4152197527287849340?l=id.porosjabar.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/4152197527287849340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/4152197527287849340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://id.porosjabar.com/2008/03/kumis-kucing.html' title='Kumis Kucing'/><author><name>Koperasi Tanaman Obat Jawa Barat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01484900729809440547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7It1n47r0qQ/SOyNVPI4_FI/AAAAAAAAACs/2k_7SFm3Cyc/s72-c/P1040210.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779397319297214358.post-4933874996586997676</id><published>2008-03-04T14:09:00.004+07:00</published><updated>2011-10-26T13:33:17.199+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TAPOS BOGOR'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Koperasi Lindung Harapan Tapos'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nenas Gati Bogor'/><title type='text'>Nenas Tapos (Gati)</title><content type='html'>Nenas Tapos adalah jenis nenas khas dari Bogor-Jawa Barat. Nenas yang nama latinnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bromeliaceae&lt;/span&gt; ini di tempat aslinya biasa disebut Nenas Gati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_R3iJmoTMMvA/SN80GIR-NXI/AAAAAAAAAtQ/PdIdx5qIr50/s1600-h/Nenas+gati+yang+sudah+ciap+dipanen+%28Small%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_R3iJmoTMMvA/SN80GIR-NXI/AAAAAAAAAtQ/PdIdx5qIr50/s200/Nenas+gati+yang+sudah+ciap+dipanen+%28Small%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250972970444010866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nenas Gati terkenal karena rasanya yang manis dan segar walaupun jika dibandingkan dengan nenas jenis lain bentuk fisiknya lebih kecil. Nanas Gati Lapisan kulit luar lebih tipis dan saat matang berwarna kuning cerah. Rasa manis nenas ini sudah mulai terasa pada saat lapisan kulit luar berwarna kuning kehijauan atau setengah matang. Dalam bahasa lokal disebut ”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mengkel&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tanaman ini sudah hampir punah, namun pada tahun 1997 mulai dibudidayakan  kembali oleh petani di Kampung Tapos desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor . Mereka tergabung dalam kelompok tani Lindung Harapan dan beranggotakan 90 keluarga tani. Kampung Tapos berlokasi di kaki gunung Salak, masuk didalam kawasan taman nasional Gunung Halimun – Salak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_R3iJmoTMMvA/SN80owylGOI/AAAAAAAAAtY/oaeNdM6tgKA/s1600-h/Petanii+sedang+menyiangi+nenas++yang+mereka+tanam+di+hutan2+%28Small%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_R3iJmoTMMvA/SN80owylGOI/AAAAAAAAAtY/oaeNdM6tgKA/s200/Petanii+sedang+menyiangi+nenas++yang+mereka+tanam+di+hutan2+%28Small%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250973565433747682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah memperoleh ijin memanfaatkan lahan kehutanan oleh Perhutani, kelompok tani ini mulai melakukan penanaman nenas dibawah tegakan pohon di areal hutan secara tumpang sari. Nenas ditanam di kaki guning Salak pada ketinggian antara 700 – 1000 m dpl. Sampai saat ini luas areal nenas yang dikelola telah mencapai sekitar 25 hektar dan telah berkembang bukan hanya di kampung Tapos tetapi juga di kampung lainnya di desa Sukaharja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunikan lain dari nenas Gati dari Tapos ini adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ditanam secara alami tanpa menggunakan pupuk kimia dan pestisida&lt;/span&gt;. Sehingga nenas ini sangat sehat untuk dikonsumsi. Sementara sejauh ini belum ditemui produk nenas organik yang sengaja dibudidaya secara luas di Indonesia. Saat ini hasil panen nenas mencapai 1 ton per hari pada saat musim panen dan menurun sekitar 300 kg per hari saat tidak musim. Musim panen terjadi pada bulan Januari – Maret dan bulan Juni-Oktober. Diluar bulan tersebut produksi nenas menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_R3iJmoTMMvA/SN80-gewmqI/AAAAAAAAAtg/xeho1MtXekw/s1600-h/Tumpukan+nenas+Gati+siap+dijual+dipasar+Bogor+%28Small%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_R3iJmoTMMvA/SN80-gewmqI/AAAAAAAAAtg/xeho1MtXekw/s200/Tumpukan+nenas+Gati+siap+dijual+dipasar+Bogor+%28Small%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250973939012770466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sampai saat ini nenas dijual dalam bentuk curah-segar dipasarkan di pasar lokal di sekitar kota Bogor. Sering kali harga nenas sangat rendah pada saat musim panen sehingga sangat merugikan petani. Pada saat terjadi penurunan produksi harga nenas cukup tinggi, namun petani tidak dapat menikmatinya karena mereka tidak memiliki nenas. Sudah ada inisiatif untuk mengembangkan nenas tersebut menjadi produk olahan seperti selai dan dodol nenas. Namun sejauh ini upaya tersebut belum berhasil menaikan harga secara nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);font-size:85%;" &gt;Tanaman Obat Jawa Barat bersama Telapak bekerja dikampung Tapos, didukung oleh HPSP (Holticultura Partnership Support Programme) dan Japan Enveronmental Education Forum (JEFF)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779397319297214358-4933874996586997676?l=id.porosjabar.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://id.porosjabar.com/feeds/4933874996586997676/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3779397319297214358&amp;postID=4933874996586997676&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/4933874996586997676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/4933874996586997676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://id.porosjabar.com/2008/03/nenas-tapos-gati.html' title='Nenas Tapos (Gati)'/><author><name>Koperasi Tanaman Obat Jawa Barat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01484900729809440547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_R3iJmoTMMvA/SN80GIR-NXI/AAAAAAAAAtQ/PdIdx5qIr50/s72-c/Nenas+gati+yang+sudah+ciap+dipanen+%28Small%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779397319297214358.post-6591167668731347009</id><published>2007-06-28T14:16:00.001+07:00</published><updated>2008-12-10T11:12:53.926+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Organik'/><title type='text'>Bertani Organik</title><content type='html'>Saat ini istilah Organik sudah mendunia seiring dengan semakin sadarnya masyarakat terhadap pentingnya kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu bertani Organik.? Orang awam mengistilahkan kata organik adalah pertanian yang menggunakan pupuk alami dan tanpa pestisida kimia. Anggapan tersebut tentu saja tidak salah, namun kalimat Organik dalam arti luas mengandung makna ”Organ atau Organisme” yaitu bagaimana kita melayani kehidupan secara alami dan tidak memaksakan. Organik berarti menjalani kehidupan secara natural sesuai dengan hukum alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hal tersebut diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari artinya tingkah laku Organik adalah tingkah laku yang yang seimbang dengan alam, tidak merusak, tidak mencemari dan tidak berbuat semena-mena dengan alam sehingga berakibat mengganggu keseimbangan alam. Tindakan merusak diri sendiri seperti merokok, minum alkohol, bergadang sepanjang malam, bekerja tanpa istirahat, sikap emosi dll,  merupakan tingkah yang tidak Organik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana ”Organik” diterapkan dalam pertanian.? Pertanian Organik adalah pertanian yang menyeimbangkan segala unsur di alam. Menjaga kehidupan di kebun atau ladang pertanian tetap seimbang satu sama lain, saling tergantung dan saling menghidupi. Tindakan membunuh ulat atau serangga ”pengganggu”  tanaman dengan obat adalah tindakan tidak Organik. Mengapa..? karena bisa jadi yang mati bukan hanya ”pengganggu” tetapi juga organisme lain yang bermanfaat, seperti bakteri pengurai, burung pemakan ulat bahkan manusia sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan Organik yang bijaksana adalah menciptakan keseimbangan dengan memberi peluang lebih banyak pada unsur lain yang memakan atau mengusir serangga dan ulat ”pengganggu” tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan pestisida alami sering diterapkan untuk mengusir pengganggu atau membuat tidak nyaman berada di areal pertanian Organik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat saling menghidupi jika dimaknai secara mendalam juga mengandung makna penerapan pertanian dengan menggunakan semua unsur yang tersedia di alam tanpa harus tergantung pada pihak lain. Bertani organik ”seharusnya” akan menekan biaya petani, karena petani menyediakan sendiri unsur-unsur yang dibutuhkan seperti bibit, pupuk dan obat-obatan dari lingkungan mereka. Trend Organik saat ini ditangkap oleh pengusaha pupuk dan obat-obatan dengan menciptakan pupuk alami dan pestisida alami dalam kemasan. Tindakan yang sah tentu saja. Namun jika kita kembali pada makna Organik, maka membeli pupuk dan pestisida walaupun berlabel ”Organik” membuat petani tetap bergantung pada pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaru Djumantoro,&lt;br /&gt;Juni 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779397319297214358-6591167668731347009?l=id.porosjabar.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://id.porosjabar.com/feeds/6591167668731347009/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3779397319297214358&amp;postID=6591167668731347009&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/6591167668731347009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/6591167668731347009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://id.porosjabar.com/2007/06/bertani-organik.html' title='Bertani Organik'/><author><name>Hendaru Djumantoro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729624714950179989</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_7It1n47r0qQ/SnJIK3nkPTI/AAAAAAAAAFA/zY06-pLTIGQ/S220/opr00Y5B.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779397319297214358.post-6676179969889598495</id><published>2007-01-23T14:09:00.002+07:00</published><updated>2008-10-10T11:04:37.232+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Brosur'/><title type='text'>Teh  Hijau dan Teh  Hitam Telapak</title><content type='html'>Teh Hijau dan Teh Hitam Telapak adalah teh yang diproduksi secara organik, tumbuh secara liar dan alami disela-sela tegakan pepohonan tanaman dan hutan masyarakat Kampung Gunungsari Desa Karyasari, Leuwiliang Bogor dan Kampung Tapos Desa Sukaharja, Cijeruk Bogor. Teh ini bebas dari residu bahan kimia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teh Hijau dan Teh Hitam Telapak diolah secara tradisional sebagai warisan budaya turun temurun Masyarakat Adat Sunda.  Aroma dan cita rasanya khas, nikmat untuk segala suasana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teh Hijau dan Teh Hitam Telapak dapat mengobati penyakit diabetes, mencegah penyakit jantung koroner, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stroke&lt;/span&gt; dan kanker, tekanan darah tinggi, menurunkan kolesterol, menghambat efek penuaan kulit, mengurangi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stress&lt;/span&gt;, mencegah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;osteroporosis&lt;/span&gt;, membunuh virus dan bakteri merugikan, mengaktifkan bakteri yang bermanfaat, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sejarah Teh Hijau &amp;amp; Teh Hitam Telapak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Desa Karyasari adalah sebuah desa di kaki gunung Halimun bagian utara. Masuk ke dalam kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Halimun-Salak,  pada ketinggian  700 m dpl. jarak desa dari kota  Bogor berjarak 50 km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampung Tapos adalah salah satu kampung di kaki gunung Salak bagian utara. Kampung ini masuk ke dalam kawasan Taman Nasional gunung Halimun salak, pada ketinggian 750 m dpl. Dari kota Bogor berjarak 20 km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Karyasari dan Tapos Teh telah dibudidaya sejak masa kolonial Belanda datang ke Indonesia. Mereka mengolah teh menjadi minuman sehari-hari dengan peralatan yang sederhana. Tata cara pengolahan teh ini diperkenalkan oleh pemerintah Hindia Belanda dan dalam perkembangannya mengalami modifikasi sesuai kultur budaya masyarakat Sunda.&lt;br /&gt;Teh mulai dibudidaya secara luas oleh masyarakat pada tahun  1989 atas pesanan dari PT Perkebunan Nusantara 16. Luasan lahan saat itu mencapai lebih 50 hektar. Pada masa itu di Karyasari hampir seluruh kehidupan masyarakat tercukupi dari penjualan daun teh. Sementara di Tapos budidaya intensif teh dilakukan oleh PT ....  sebagai suplier PT Perkebunan Nusantara 16. PT...... mempekerjakan masyarakat Tapos untuk perawatan dan pemanenan daun teh.&lt;br /&gt;Namun masa itu tidak berlangsung lama karena pada tahun....... PT Perkebunan Nusantara 16 mulai melakukan penanaman sendiri di lahan kehutanan yang dikonversi menjadi perkebunan teh. Saat itulah perlahan harga daun teh mulai jatuh dan tidak menarik lagi untuk dibudidaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Karyasari mulai melirik komoditas lain yang lebih menguntungkan kemudian mulai membabat tanaman teh yang tidak menguntungkan tersebut untuk digantikan dengan tanaman lain. Beberapa yang masih tersisa tumbuh liar tidak terurus tersebar diantara pepohonan di kebun masyarakat. Sesungguhnya tanaman pengganti teh saat itu , yaitu karet dan cengkeh juga mengalami nasib serupa. Saat harga jatuh masyarakat membiarkan begitu saja tanaman tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di Tapos , PT...... meninggalkan begitu saja teh yang telah ditanam tersebut dan menjadi liar tidak terurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota masyarakat sampai saat ini tetap mengolah teh yang masih tersisa sebagai minuman sehari-hari dan sebagian dijual secara lokal dalam jumlah sangat terbatas. Karena keberadaan yang liar tanpa diurus selama bertahun-tahun membuat teh ini menjadi teh organik dan alami, tidak tersentuh pupuk, pestisida dan karena lokasinya berada di ketinggian jauh dari kebisingan kendaraan membuat teh ini juga bebas dari pencemaran zat racun dari asap kendaraan seperti timbal dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama – sama Telapak masyarakat di kedua tempat tersebut kemudian mulai melakukan perbaikan produksi melalui perbaikan cara pemanenan, pemilihan daun teh berkualitas dan perbaikan peralatan pengolahan teh sehingga menghasilkan standar Teh Hijau dan Teh Hitam yang berkaulitas dan bercitarasa tinggi. Teh kemudian dikemas dan dipasarkan secara luas di masyarakat sebagai teh hijau dan teh hitam organik yang  bermanfaat bagi kesehatan. Kami berharap usaha ini dapat meningkatkan harga jual teh dan pada akhirnya dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat kampung Tapos dan Karyasari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779397319297214358-6676179969889598495?l=id.porosjabar.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://id.porosjabar.com/feeds/6676179969889598495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3779397319297214358&amp;postID=6676179969889598495&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/6676179969889598495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/6676179969889598495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://id.porosjabar.com/2007/01/teh-hijau-dan-teh-hitam-telapak.html' title='Teh  Hijau dan Teh  Hitam Telapak'/><author><name>Koperasi Tanaman Obat Jawa Barat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01484900729809440547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779397319297214358.post-3602144581127999335</id><published>2005-12-10T19:35:00.004+07:00</published><updated>2008-12-10T20:36:57.809+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gallery'/><title type='text'>Galleri</title><content type='html'>&lt;table&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;th scope="col"&gt;&lt;p&gt;Rosella (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hibiscus sabdariffa&lt;/span&gt;)&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;&lt;a href="http://picasaweb.google.com/usadha/Rosella"&gt;&lt;img src="http://lh6.ggpht.com/_OhqqiT3ELgk/SNtgTlPh3gE/AAAAAAAAAI0/aAbXr1lE2Gg/s160-c/Rosella.jpg" style="margin: 1px 0pt 0pt 4px;" height="160" width="160" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;&lt;a href="http://picasaweb.google.com/usadha/Rosella" target="_blank"&gt;Galleri&lt;/a&gt;  &lt;a href="http://picasaweb.google.com/usadha/Rosella#slideshow" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;Slideshow&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/th&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;th scope="col"&gt;&lt;p&gt;Bertani Organik&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;&lt;a href="http://picasaweb.google.com/usadha/BertaniOrganik"&gt;&lt;img src="http://lh6.ggpht.com/_OhqqiT3ELgk/SNtn6FtfspE/AAAAAAAAAJo/Dldol5m9Fb4/s160-c/BertaniOrganik.jpg" style="margin: 1px 0pt 0pt 4px;" height="160" width="160" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;&lt;a href="http://picasaweb.google.com/usadha/BertaniOrganik" target="_blank"&gt;Galleri&lt;/a&gt;  &lt;a href="http://picasaweb.google.com/usadha/BertaniOrganik#slideshow" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;Slideshow&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/th&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;th scope="col"&gt;&lt;p&gt;Ciwaluh, Menuju Sertifikasi Organi&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;&lt;a href="http://picasaweb.google.com/usadha/CiwaluhMenujuSertifikasiOrganik"&gt;&lt;img src="http://lh4.ggpht.com/_OhqqiT3ELgk/SNtsmAGxprE/AAAAAAAAALk/EnfQ3-QVAfs/s160-c/CiwaluhMenujuSertifikasiOrganik.jpg" style="margin: 1px 0pt 0pt 4px;" height="160" width="160" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;&lt;a href="http://picasaweb.google.com/usadha/CiwaluhMenujuSertifikasiOrganik" target="_blank"&gt;Galleri&lt;/a&gt;  &lt;a href="http://picasaweb.google.com/usadha/CiwaluhMenujuSertifikasiOrganik#slideshow" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;Slideshow&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/th&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;th scope="col"&gt;&lt;p&gt;Pelatihan Pasca Produksi Kumis Kucing&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;&lt;a href="http://picasaweb.google.com/usadha/PelatihanPascaProduksiKumisKucing"&gt;&lt;img src="http://lh6.ggpht.com/_OhqqiT3ELgk/SNtcFJqfpIE/AAAAAAAAAH4/mJV76OUzOco/s160-c/PelatihanPascaProduksiKumisKucing.jpg" style="margin: 1px 0pt 0pt 4px;" height="160" width="160" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;&lt;a href="http://picasaweb.google.com/usadha/PelatihanPascaProduksiKumisKucing" target="_blank"&gt;Galleri&lt;/a&gt;  &lt;a href="http://picasaweb.google.com/usadha/PelatihanPascaProduksiKumisKucing#slideshow" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;Slideshow&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/th&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;th scope="col"&gt;&lt;p&gt;Kumis Kucing - Ciwaluh&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;&lt;a href="http://picasaweb.google.com/usadha/KumisKucingCiwaluh"&gt;&lt;img src="http://lh6.ggpht.com/_OhqqiT3ELgk/SNxno3ef8wE/AAAAAAAAANo/L6NImXSSAMk/s160-c/KumisKucingCiwaluh.jpg" style="margin: 1px 0pt 0pt 4px;" height="160" width="160" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;&lt;a href="http://picasaweb.google.com/usadha/KumisKucingCiwaluh" target="_blank"&gt;Galleri&lt;/a&gt;  &lt;a href="http://picasaweb.google.com/usadha/KumisKucingCiwaluh#slideshow" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;Slideshow&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/th&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;th scope="col"&gt;&lt;p&gt;Pelatihan Budidaya Sayur Organik&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;&lt;a href="http://picasaweb.google.com/usadha/PelatihanBudidayaSayurOrganik"&gt;&lt;img src="http://lh4.ggpht.com/_OhqqiT3ELgk/SNtZcxceHFE/AAAAAAAAAGc/I_7xUVFkYmE/s160-c/PelatihanBudidayaSayurOrganik.jpg" style="margin: 1px 0pt 0pt 4px;" height="160" width="160" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;&lt;a href="http://picasaweb.google.com/usadha/PelatihanBudidayaSayurOrganik" target="_blank"&gt;Galleri&lt;/a&gt;  &lt;a href="http://picasaweb.google.com/usadha/PelatihanBudidayaSayurOrganik#slideshow" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;Slideshow&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/th&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779397319297214358-3602144581127999335?l=id.porosjabar.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/3602144581127999335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/3602144581127999335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://id.porosjabar.com/2005/12/galleri.html' title='Galleri'/><author><name>Koperasi Tanaman Obat Jawa Barat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01484900729809440547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/_OhqqiT3ELgk/SNtgTlPh3gE/AAAAAAAAAI0/aAbXr1lE2Gg/s72-c/Rosella.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779397319297214358.post-5062929866671187931</id><published>2000-08-01T12:02:00.016+07:00</published><updated>2010-02-16T18:39:21.481+07:00</updated><title type='text'>Komoditas</title><content type='html'>Sampai saat ini, Poros Nusantara Utama Jawa Barat masih menfokuskan diri untuk melakukan pemasaran produk dari komunitas terkait dengan tanaman obat dan rempah-rempah asli Indonesia serta hasil bumi lainnya.  Produk yang dipasarkan adalah Kumis Kucing (Orthosiphon stamineus ), Kapulaga (Amomum cardamomum), Kopi (Coffea sp.), Kuntum Rosela (Hisbiscus sabdariffa) dan Teh Hijau dan Teh Hitam (Camellia sinensis) serta nenas gati (Ananas comucus) baik dalam bentuk buah segar maupun dalam bentuk selainya.  Sampai saat ini produk tanaman obat dan rempah masih dipasarkan dalam bentuk bahan baku yang telah dikeringkan (simplisia) dan untuk produk Kumis Kucing sudah diekspor ke Perancis.  Selain itu,  PNU Jabar membantu memasarkan sayuran dan beras organik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai salah satu strategi pemasaran,  kami menyepakati bersama bahwa produk yang ditawarkan kepada pasar adalah “produk organik” dan “cara pengolahan yang menggunakan bahan pengawet alami”   sehinga sehat  untuk dikonsumsi dan dapat menggunakan  slogan “back to nature” sesuai dengan trend gaya hidup saat ini.   Produk yang ditawarkan juga telah diuji umur simpannya (kadaluarsa) di salah satu Laboratorium milik Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIN) IPB dan mendapat bimbingan dari salah satu dosennya.  Poin-poin tersebut menjadi poin pembeda untuk produk sejenis yang diproduksi dalam skala industri rumah tangga lainnya.   Khusus untuk produk selai nanas, kami mempromosikan bahwa bahan baku dari selai tersebut adalah nanas gati yang merupakan nanas khas Bogor sehingga dapat dijadikan sebagai buah tangan (oleh-oleh) dari Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke depannya, PNU Jabar akan mengembangkan jenis tanaman obat lainnya yang potensial seperti Cengkeh, Coklat, Panili, Kemukus, Jahe, Kencur, Temulawak, Kunyit, Kunyit Putih,  Lada Hitam.  Selain itu, PNU Jabar berencana memiliki pabrik pengolahan bahan baku obat dan rempah sehingga mampu memproduksi bahan baku menjadi produk siap pakai.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779397319297214358-5062929866671187931?l=id.porosjabar.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/5062929866671187931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/5062929866671187931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://id.porosjabar.com/2000/08/komoditas.html' title='Komoditas'/><author><name>Info Usadha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14577460145379008040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779397319297214358.post-4875105729516092164</id><published>2000-08-01T12:02:00.015+07:00</published><updated>2010-02-16T18:39:13.620+07:00</updated><title type='text'>Kelembagaan</title><content type='html'>Saat ini, ada 3 (tiga) kelompok tani yang beranggotakan sekitar 250 keluarga petani di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Gede – Pangrango dan Gunung Halimun – Salak dengan luas lahan garapan lebih dari 80 Ha. Kelompok tani yang dimaksud adalah Kelompok Tani Lindung Harapan Kp. Tapos, Kelompok Tani Kp. Ciwaluh dan Kelompok Tani Mekar Ds. Karyasari. Bersama Perkumpulan Telapak, PNU Jabar membantu menyelesaikan proses pengurusan Badan Hukum di masing-masing kelompok tani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%; font-weight: bold;"&gt;Sekilas Tentang Kelompok Tani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:110%; font-weight: bold;"&gt;Kelompok Tani Mekar, Ds. Karyasari, Kec. Leuwiliang, Kab. Bogor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lahan garapan kelompok tani ini berlokasi di wilayah zona penyangga dari Taman Nasional Gunung Halimun – Salak (TNGHS) bagian Utara.  Kelompok tani ini berdiri pada tahun 1989, awalnya beranggotakan sekitar 36 petani sedangkan saat ini hampir mencapai 120 petani.   Komoditas potensial yang digarap oleh anggota kelompok tani adalah Padi yang diproduksi secara subsisten,  Kayu Sengon, Bambu,  Pisang, Cengkeh, Getah Karet.  Selain itu, ada pengolahan Teh Hijau dan Teh Hitam dalam skala industri rumah tangga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2001 pernah mendapatkan dukungan dana dari PKM untuk pengembangan Perikanan Air Tawar,  Domba dan Ayam Kampung. Kegiatan ini tidak banyak berkembang karena semakin mahalnya harga pakan ikan dan wabah flu burung yang menyerang ayam. Peternakan domba masih bertahan dan menjadi sumber pencaharian sampai sekarang.  Saat ini, beberapa anggota kelompok juga mengembangkan budidaya Jamur Tiram dan Tanaman Pisang serta Manggis. Usaha jamur tiram sebenarnya cukup baik dan cocok dikembangkan di Ds. Karyasari  namun karena terkendala modal maka usaha ini belum bisa diterapkan secara luas.  Pengembangan tanaman obat di Ds. Karyasari baru dimulai pada awal tahun 2007 dengan tanaman kumis kucing (Orthosiphon aristatus).    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:110%; font-weight: bold;"&gt;Kelompok Tani Lindung Harapan, Kp. Tapos,  Ds. Sukaharja, Kec. Cijeruk, Kab. Bogor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lahan garapan kelompok tani ini berlokasi di wilayah TNGHS yang merupakan kawasan tangkapan air untuk memenuhi kebutuhan sumberdaya air bagi warga Bogor dan Jakarta.  Kelompok tani ini berdiri pada tahun 2002, awalnya beranggotakan sekitar 75 petani namun saat ini berkurang menjadi 45 petani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkumpulan Telapak telah menjalin hubungan dengan masyarakat Kp. Tapos sejak tahun 1995 dimulai dengan kegiatan penyadaran terhadap kelestariaan Elang Jawa yang keberadaannya sudah hampir punah. Saat itu, masyarakat Kp. Tapos dikenal sebagai pemburu Elang Jawa. Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya lahan garapan bagi masyarakat.  Namun pada tahun 1999,  masyarakat Kp. Tapos bersama dengan Telapak berhasil mendapatkan ijin dari Perhutani untuk melakukan penanaman sayuran dan buah nenas, pisang serta talas secara tumpangsari di lahan Perhutani. Dari sejak itulah akhirnya mereka meninggalkan kebiasaan berburu Elang Jawa, bahkan sekarang masyarkat Kp. Tapos menjaga keberadaan Elang Jawa dan kawasan konservasi tersebut. Kelompok tani ini telah mengembangkan usaha angkutan untuk melayani kebutuhan anggota kelompoknya untuk mengangkut produk-produk masyarakat ke Pasar Bogor.  Sama seperti kelompok tani di Ds. Karyasari, tahun 2007 kelompok tani di Kp. Tapos baru memulai pengembangan budidaya tanaman obat khususnya tanaman kumis kucing .  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kelompok ini melibatkan para ibu rumah tangga untuk mengembangkan usaha selai nanas dan pengolahan teh hijau dan teh hitam.  Selai nanas tersebut menggunakan bahan baku nanas gati (Ananas comucus). Nanas jenis ini merupakan nanas lokal yang dibudidayakan secara organik oleh petani sekitar kawasan kaki Gunung Salak di TNGHS.   Selama ini nanas hanya dijual dalam bentuk buah segar di pasar tradisional.  Seiring dengan perjalanan waktu, masyarakat Tapos mempunyai keinginan untuk meningkatkan nilai tambah dari nanas gati tersebut yaitu mengolahnya dalam bentuk selai dan sirop.  Namun saat ini pengembangan nilai tambah dari nanas masih difokuskan pada produksi selainya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selai nanas yang diproduksi masyarakat Tapos menggunakan bahan pengawet alami, tetapi dengan resiko mengurangi umur simpan (kadaluarsa) dari produk tersebut. Untuk meminimalkan resiko tersebut, PNU Jabar melalui Perkumpulan Telapak meminta bantuan teknis dari salah satu dosen Departemen Teknologi Industri Pertanian IPB, Dr. Indah Yuliasih, STP. Msi, untuk memastikan umur simpan dari selai nanas dan produk masyarakat lainnya.  Bentuk bantuan teknis tersebut dibuat menjadi sebuah kerjasama yang diikat dengan sebuah nota kesepakatan (MoU) antar lembaga.  Khusus untuk produk selai nanas diperlukan proses yang panjang dengan beberapa kali uji coba di laboratorium dan pelatihan di tingkat masyarakat. Sampai pada akhirnya, formula dari selai nanas dapat ditemukan dan produknya dapat dipasarkan secara luas di beberapa tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Tani Ciwaluh, Kp. Ciwaluh, Ds. Wates Jaya, Kec. Cigombong, Kab. Bogor &lt;br /&gt;Lahan garapan kelompok tani ini berlokasi di wilayah Taman Nasional Gunung Gede – Pangrango (TNGGP).  Kelompok tani ini berdiri pada tahun 2008, awalnya beranggotakan sekitar 65 petani yang tergabung dalam kelompok petani kumis kucing organik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan daya jual daun kumis kucing kering, PNU Jabar mengajukan kelompok tani di Kampung Ciwaluh untuk mengikuti program sertifikasi organik Control Union Certification (d/h SKAL).  Setelah melalui proses yang panjang, kelompok tani melalui PNU Jabar dinyatakan lulus dan mendapatkan sertifikat organik dengan nomer sertifikat C810624EU-01.2009 yang dikeluarkan tanggal 3 April 2009.  Saat ini, PNU Jabar sedang melakukan investasi energi dalam bentuk pembangunan mikrohidro untuk mendukung industri pertanian di Kp. Ciwaluh.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779397319297214358-4875105729516092164?l=id.porosjabar.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/4875105729516092164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/4875105729516092164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://id.porosjabar.com/2000/08/kelembagaan.html' title='Kelembagaan'/><author><name>Info Usadha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14577460145379008040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3779397319297214358.post-1350033310746262338</id><published>2000-03-02T12:17:00.004+07:00</published><updated>2011-10-21T15:32:11.142+07:00</updated><title type='text'>Mitra Koperasi</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3779397319297214358-1350033310746262338?l=id.porosjabar.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://id.porosjabar.com/feeds/1350033310746262338/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3779397319297214358&amp;postID=1350033310746262338&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/1350033310746262338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3779397319297214358/posts/default/1350033310746262338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://id.porosjabar.com/2000/03/mitra.html' title='Mitra Koperasi'/><author><name>Koperasi Tanaman Obat Jawa Barat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01484900729809440547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
